Subscribe

Gelar Festival Lesung Osap, Kampung Bena Baru Kuatkan Magnet Wisata Budaya di Berau

2 minutes read

Berau, nusaetamnews.com : Kabupaten Berau tidak hanya punya pesona bawah laut Derawan atau keindahan pegunungan karst yang memukau. Kekayaan adat dan tradisi leluhur kini kian dipoles menjadi magnet kuat untuk mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Komitmen ini ditegaskan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat karena konsisten menjaga warisan budaya lokal. Salah satu bukti nyatanya adalah suksesnya gelaran Festival Budaya Lesung Osap yang dihelat oleh masyarakat Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, pada 21-23 Mei 2026 kemarin.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat, mulai dari kampung hingga perkotaan, yang terus melestarikan adat dan budaya lokal. Kegiatan seperti Festival Lesung Osap ini tidak hanya menjaga identitas dan tradisi leluhur, tetapi juga punya potensi besar mendukung sektor pariwisata daerah,” ujar Asisten I Sekretaris Pemkab Berau, Hendratno, Senin (25/5).

Simbol Syukur Pascapanen Suku Dayak Kenyah

Bagi masyarakat Kampung Bena Baru—yang dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Suku Dayak Kenyah terbesar di Bumi Batiwakkal—Festival Lesung Osap merupakan ritual turun-temurun. Tradisi ini digelar setiap tahun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur yang mendalam atas hasil pertanian dan panen yang melimpah.

Selama tiga hari berturut-turut, festival ini sukses menyedot perhatian lewat perpaduan ritual sakral, olahraga tradisional, dan pentas seni.

Salah satu sajian paling memukau dalam pembukaan festival adalah pertunjukan tarian kolosal. Tari ini secara apik menggambarkan siklus hidup dan etos kerja masyarakat Dayak Kenyah dalam bercocok tanam:

  • Tari Kancet Ajai: Menggambarkan semangat membara saat membuka lahan baru.
  • Tari Ledek: Proses membersihkan lahan dengan teliti.
  • Tari Nogan: Menampilkan indahnya gotong-royong saat menanam padi bersama.
  • Tari Majau & Datun: Kegembiraan saat panen raya sekaligus simbol rasa syukur.
  • Tari Mejung Lesung & Mecaq Ontad: Penutup yang epik, menggambarkan aktivitas mengangkat lesung dan tradisi menumbuk padi secara tradisional.

Pemkab Berau berharap, kuatnya adat yang dipertahankan oleh warga Bena Baru bisa menjadi contoh bagi kampung-kampung lain. Dengan perpaduan keindahan alam yang sudah tersohor dan wisata budaya yang kental, Berau optimis sektor pariwisata daerah akan semakin maju dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *