Subscribe

Flashback Masa Taruna, Presiden Prabowo Ungkap Alasan Punya ‘Ikatan Emosional’ dengan Petani

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengenai kedekatan personalnya dengan dunia pertanian. Usut punya usut, chemistry ini ternyata terbentuk dari perjalanan panjangnya, mulai dari rekam jejaknya di militer hingga perannya sebagai mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

“Saya merasa dekat dengan para petani karena saya cukup lama menjadi Ketua Umum HKTI,” ungkap Presiden Prabowo saat menghadiri agenda panen raya jagung serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu. Acara yang juga dirangkai dengan peresmian 10 gedung ketahanan pangan Polri ini dipantau secara daring dari Jakarta.

Logistik Nomor Satu: “Cek Beras Dulu Baru Peluru”

Menariknya, Prabowo menyebut pengalamannya sebagai komandan pasukan tempur di masa lalu justru menjadi pemantik utama rasa hormatnya kepada para petani. Baginya, urusan perut adalah fondasi utama dalam strategi pertahanan.

“Saya dulu komandan pasukan tempur. Kita kalau berangkat operasi tempur, yang kita cek bukan peluru, tapi kita cek dulu ada beras atau tidak,” kenang Prabowo.

Menurut Kepala Negara, ketersediaan pasokan beras adalah kunci utama bagi seorang prajurit. Dari jumlah beras yang ada, komandan bisa mengalkulasi dengan akurat seberapa lama sebuah operasi tempur mampu bertahan di lapangan.

Belajar dari Sejarah: Petani adalah Penyelamat Bangsa

Lebih lanjut, Prabowo mengajak publik menengok kembali sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada masa-masa sulit dulu, tentara dan polisi belum mendapatkan upah yang memadai. Di momen kritis itulah, masyarakat desa—yang mayoritas bekerja sebagai petani—hadir sebagai penyelamat dengan menyokong kebutuhan pangan para pejuang.

Ikatan emosional ini makin membekas di hati Prabowo sejak ia masih berstatus sebagai taruna. Ia kerap melihat langsung bagaimana warga desa dengan tulus membagikan makanan mereka kepada para prajurit yang sedang berlatih.

“Itulah sejarah bagaimana saya semakin sadar waktu itu, pentingnya para petani dan para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *