Subscribe

Sukses Pangkas Angka Pengangguran Jadi 3,85%, Ini Strategi Jitu Pemkab Kutai Kartanegara!

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak agresif untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya. Melalui program andalan Kukar Siap Kerja, Pemkab membekali warganya dengan keahlian spesifik agar langsung dilirik oleh pasar kerja.

“Selain rutin menjalankan program Kukar Siap Kerja, pemda juga menyediakan Klinik Wirausaha Mandiri agar masyarakat bisa membuka lapangan kerja sendiri, produktif, dan dapat mandiri secara ekonomi,” ungkap Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Tenggarong, Sabtu.

Hingga akhir 2024, program ini tercatat telah melatih dan menyertifikasi lebih dari 4.000 warga. Pemkab Kukar pun optimis bisa menggenjot angka tersebut hingga menyentuh target 6.000 orang pada tahun 2026 ini.

Prioritas untuk Warga Kurang Mampu & Gandeng Korporasi Gede

Setiap tahunnya, rata-rata ada 1.200 orang yang digembleng dalam pelatihan ini. Menariknya, Pemkab memberlakukan skala prioritas dengan menyasar warga dari keluarga kurang mampu yang datanya mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Agar ilmu yang didapat tidak mubazir, program ini langsung dikolaborasikan dengan dunia industri. Hasilnya? Tingkat penyerapan kerjanya tinggi banget! Banyak peserta pelatihan vokasi yang langsung hired di perusahaan besar hingga level multinasional.

Rapor Penyerapan Kerja Berdasarkan Sektor (Data 2026)

Perusahaan berebut merekrut lulusan program ini karena keahlian mereka dinilai sangat match dengan kebutuhan industri lokal. Berikut adalah breakdown sektor dengan penyerapan kerja tertinggi:

  • Sektor Teknik & Pertambangan (Penyerapan 90–95%): Menjadi primadona nomor satu. Jenis keahlian yang paling dicari meliputi operator alat berat, pengelasan (welding), permesinan, dan teknik listrik.
  • Sektor Perkebunan & Pertanian (Penyerapan 75–85%): Banyak diserap oleh perusahaan kelapa sawit besar di Kukar untuk posisi pengolahan kelapa sawit, pemeliharaan tanaman, hingga manajemen kebun.
  • Sektor Konstruksi (Penyerapan 70–80%): Ikut kecipratan berkah proyek infrastruktur lokal dan masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keahlian yang diserap meliputi tukang batu, tukang besi, pengecatan, hingga gambar bangunan.

Angka Pengangguran Terbukti Anjlok

Strategi menjemput bola lewat peningkatan skill ini terbukti ampuh. Dampak domino dari program ini tidak hanya menambah pundi-pundi pendapatan warga, tetapi juga sukses menurunkan angka kemiskinan secara sistematis.

Berdasarkan data makro ekonomi setempat, tingkat pengangguran di Kutai Kartanegara sukses terjun bebas dari angka 4,4 persen pada tahun 2025, menjadi tinggal 3,85 persen saja di tahun 2026. Sebuah pembuktian bahwa investasi pada kualitas SDM lokal selalu membuahkan hasil manis! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *