Dinilai Cuma Formalitas Administrative, DPRD Samarinda Kritik Koperasi Kelurahan Merah Putih di 59 Kelurahan
Samarinda, nusaetamnews.com : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengkritik keras efektivitas program Koperasi Kelurahan Merah Putih yang telah dibentuk di 59 kelurahan se-Kota Samarinda. Program ini dinilai belum berjalan optimal serta belum memberikan dampak dan manfaat nyata bagi perekonomian warga.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengungkapkan bahwa temuan di lapangan menunjukkan sebagian besar koperasi tersebut baru sebatas memiliki struktur kepengurusan di atas kertas tanpa diikuti aktivitas bisnis yang berjalan.
Viktor menilai program ini terkesan dipaksakan dan terburu-buru tanpa persiapan matang, baik dari sisi skema pembiayaan maupun pendampingan usaha. Keterbatasan modal operasional membuat pengurus kesulitan menyediakan stok bahan pokok maupun sarana pendukung lainnya.
Selain minimnya modal, keberadaan koperasi di kawasan perkotaan harus berhadapan dengan persaingan ketat ritel modern, supermarket, hingga platform belanja daring. Tanpa keunggulan harga dan aksesibilitas, koperasi dipastikan bakal sulit bertahan.
DPRD menyarankan agar Koperasi Merah Putih memfokuskan model bisnisnya pada pemotongan rantai pasok dengan menjual komoditas sensitif perkotaan, seperti elpiji bersubsidi 3 kilogram dan sembako dengan harga terjangkau.
Di samping masalah operasional, legislatif turut menyoroti pembangunan fisik gerai Koperasi Merah Putih. Viktor membeberkan adanya aduan dari sejumlah pihak rekanan atau kontraktor yang mengaku belum menerima pengerjaan pembayaran atas proyek gerai yang telah selesai dibangun.
Pemkot Samarinda didesak untuk segera membereskan kejelasan administrasi keuangan tersebut agar tidak menimbulkan sengketa hukum yang berpotensi melumpuhkan keberlanjutan program.
DPRD Samarinda mendorong Pemkot melakukan evaluasi menyeluruh yang mencakup penguatan model bisnis, tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga kepastian alokasi anggaran operasional agar program ini tidak sekadar menjadi proyek seremonial.(ant/one)