Subscribe

Data Akurat Jadi Kunci, Kaltim Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

2 minutes read

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bahkan menyebut dukungan yang diberikan bukan hanya 100 persen, tetapi “1.000 persen”.
Bagi Rudy, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan. Hasilnya akan menjadi pijakan penting dalam menyusun arah pembangunan daerah di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.
“Data yang akurat dan terpercaya akan menjadi kompas kebijakan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga masa depan. Sekarang perubahan terjadi bukan lagi hitungan tahun, tetapi hari, jam, bahkan menit. Karena itu data menjadi sangat berharga,” kata Rudy saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Lamin Etam, Kamis (25/6).

Menurutnya, kualitas kebijakan sangat bergantung pada kualitas data. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut mengambil keputusan yang tepat sasaran berdasarkan informasi yang benar.
Karena itu, Rudy mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan data secara jujur saat petugas sensus melakukan pendataan.

“Berikan data yang sebenar-benarnya. Sensus ini bukan hanya urusan BPS, tetapi kepentingan kita semua,” ujarnya.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan SE2026 akan memotret seluruh aktivitas usaha di Indonesia, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar. Data tersebut menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat.
Ia mengibaratkan sensus ekonomi seperti rekam medis bagi perekonomian nasional. Tanpa data yang lengkap, pemerintah hanya akan menebak-nebak persoalan yang dihadapi dunia usaha.
Amalia mencontohkan, hasil Sensus Ekonomi 2006 yang menunjukkan hampir seluruh pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM menjadi salah satu dasar lahirnya Undang-Undang UMKM. Begitu pula temuan Sensus Pertanian 2023 yang mendorong lahirnya berbagai program regenerasi petani.
“Hasil sensus akan membantu pemerintah merancang kebijakan, mulai dari akses pembiayaan, pembukaan pasar hingga program pelatihan bagi pelaku usaha,” katanya.
Di Kalimantan Timur, sebanyak 3.085 petugas akan diterjunkan untuk melaksanakan pendataan yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
BPS mengajak seluruh pelaku usaha mendukung SE2026 melalui gerakan TIR: menerima petugas sensus, mengisi data dengan benar, dan memastikan kerahasiaan data tetap terjaga. Dengan partisipasi masyarakat, hasil sensus diharapkan menjadi fondasi pembangunan ekonomi Kaltim yang lebih terarah pada tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *