Subscribe

Jadi Solusi Hemat Pengeluaran, Pemkot dan DPRD Samarinda Siap Bagi-Bagi Paket Hidroponik dan Ayam Petelur!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnew.com : Kabar segar buat warga Kota Samarinda yang pengen punya penghasilan tambahan sekaligus menghemat uang belanja bulanan! Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bareng Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat tengah berkolaborasi buat menggerakkan ekonomi berbasis keluarga lewat tren pertanian perkotaan (urban farming).

Gak tanggung-tanggung, mereka berencana membagikan paket bantuan hidroponik dan paket peternakan ayam petelur mandiri berskala rumah tangga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Muhammad Darham, menjelaskan bahwa pihak legislatif sudah memberikan “lampu hijau” untuk menyokong program ini melalui jalur dana aspirasi.

“Kami memohon dukungan dana aspirasi dari anggota dewan untuk membantu masyarakat, karena biaya hidroponik ini sebenarnya tidak terlalu mahal. Warga juga sudah menyatakan kesiapannya. Ini sangat bagus untuk membantu perekonomian rumah tangga terlebih dahulu, baru kemudian berdampak ke wilayah sekitarnya. Bahkan, untuk ternak ayam pun warga sangat berminat,” ujar Darham di Samarinda, Kamis (25/6).

Jurus Sat-Set: Kasih Ayam Siap Bertelur, Bukan Anakan!

Rencana kolaborasi ini langsung disambut antusias oleh Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. Menurutnya, langkah ini sangat strategis buat melatih masyarakat mandiri pangan, sekaligus jadi benteng menghadapi hantaman inflasi dan fluktuasi harga bahan pokok di pasar yang sering bikin pusing.

Menariknya, Iswandi mengusulkan agar bantuan peternakan ayam ini dilakukan dengan strategi sat-set alias langsung tepat sasaran. Dibanding memberikan anakan ayam yang butuh waktu lama untuk tumbuh, ia menyarankan untuk langsung membagikan ayam yang siap produksi.

“DPRD bisa menganggarkan dana yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti program ayam petelur ini. Misalkan satu rumah diberi dua ekor ayam yang sudah siap bertelur, jadi jangan dari anakan lagi. Dengan begitu, otomatis ekonomi masyarakat terbantu karena lumayan bisa menghemat pengeluaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu sebulan,” papar Iswandi.

Stop Program Seremonial yang Cuma Buang Anggaran

Iswandi juga memberikan sentilan keras kepada seluruh instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak terjebak dalam pembuatan program kerja yang sifatnya seremonial belaka—berbiaya besar, bikin acara mewah, tapi miskin dampak nyata buat warga.

Pihak parlemen berjanji bakal mengawal ketat agar anggaran daerah (APBD) benar-benar mengalir ke kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan di meja makan masyarakat.

“Jadi, program jangan dilihat dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari asas manfaatnya untuk masyarakat,” tegas Iswandi menutup perbincangan.

Nah, kalau program ini sudah jalan, tertarik gak nih buat ikutan pasang instalasi hidroponik atau pelihara ayam petelur di pekarangan rumahmu? (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *