Bidik Pasar Global, DKP Kaltim Eksekusi 3 Strategi Jitu Hilirisasi Perikanan
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur resmi merilis tiga strategi andalan untuk menggenjot hilirisasi sektor perikanan. Langkah taktis ini diambil demi mendongkrak nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat otot perekonomian daerah secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjalankan hilirisasi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar komoditas perikanan Kaltim memiliki daya saing tinggi di pasar global,” tegas Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, di Samarinda, Kamis.
Berikut adalah breakdown 3 strategi hilirisasi yang tengah digeber DKP Kaltim:
1. Standardisasi Hulu dan Pemetaan Kampung Budidaya
Strategi pertama berfokus pada penguatan sektor hulu melalui penerapan standardisasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Langkah ini krusial untuk menjamin konsistensi pasokan bahan baku industri.
Selaras dengan hal itu, DKP Kaltim juga memetakan kawasan Kampung Budidaya berbasis komoditas spesifik di beberapa wilayah:
- Kabupaten Berau: Fokus pada budidaya Ikan Kerapu.
- Kutai Kartanegara: Fokus pada komoditas Nila dan Patin.
- Penajam Paser Utara (PPU): Fokus pada komoditas Patin.
2. Naik Kelas ke Sistem Modern dan Golden Ticket Ekspor
Strategi kedua menitikberatkan pada pembinaan teknis secara berkala agar Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) lokal naik level (upgrade) menggunakan sistem semi-intensif maupun teknologi modern yang lebih produktif.
Tak hanya urusan produksi, DKP Kaltim juga aktif memfasilitasi penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Sertifikasi ini menjadi golden ticket bagi produk UMKM lokal agar mampu menembus jaringan ritel modern hingga pasar ekspor internasional.
3. Jaminan Mutu Lewat Infrastruktur Rantai Dingin (Cold Chain)
Pada strategi ketiga, akselerasi infrastruktur dan logistik dioptimalkan melalui penyediaan fasilitas rantai dingin (cold chain). DKP Kaltim menyediakan pabrik es serta ruang penyimpanan beku (cold storage) untuk menjaga kesegaran dan mutu produk perikanan hingga ke tangan konsumen.
Udang Windu Organik Jadi Primadona Ekspor
Irhan mengungkapkan, saat ini udang windu organik menjadi produk star player alias primadona ekspor andalan Kaltim. Metode budidayanya yang sepenuhnya alami (eco-friendly) membuat komoditas ini sangat diminati oleh konsumen internasional.
“Untuk mengantisipasi serangan penyakit pada udang windu, kami telah membentuk tim monitoring khusus yang melibatkan sinergi dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” jelas Irhan.
Selain itu, dukungan modal berupa bantuan benih berkualitas disalurkan secara berkala kepada kelompok tani agar roda produksi tetap berputar stabil.
DKP Kaltim juga bergerak cepat melakukan recovery pada sektor rumput laut yang sempat mengalami penurunan produksi. Langkah penyelamatan ini dilakukan dengan menjalin kerja sama pembibitan bersama Universitas Mulawarman (Unmul) serta mendatangkan varietas bibit unggul langsung dari Takalar, Sulawesi Selatan.(ant/one)