Antisipasi Dampak El Nino dan Karhutla, BMKG Balikpapan dan BPBD Kaltim Perkuat Sinergi
Balikpapan, nusaetamnews.com : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan mempererat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons dampak fenomena El Nino serta potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa lonjakan titik panas dan peningkatan suhu udara menjadi ancaman nyata. Pada dasarian pertama Agustus 2026, pemantauan BMKG mencatat sekitar 4.700 titik panas tersebar di wilayah Kaltim, sementara suhu udara di Kabupaten Berau sempat menembus angka 36 derajat Celsius.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk menyusun strategi mitigasi yang cepat dan terukur. Jika eskalasi situasi di lapangan melonjak menjadi darurat, alur penanganan akan diintegrasikan hingga ke tingkat pusat melalui koordinasi bersama BNPB.
Meski demikian, BMKG mengapresiasi kesiapan jajaran BPBD dan tim relawan di daerah yang bergerak cepat menangani setiap kemunculan titik api. Penanganan responsif di lapangan, seperti yang terjadi di Balikpapan, terbukti mampu mencegah meluasnya kebakaran sehingga status daerah masih berada di batas aman.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, menegaskan bahwa pasokan data dan analisis cuaca dari BMKG merupakan fondasi utama bagi BPBD dalam menentukan tindakan penanggulangan di lapangan. Integrasi data peringatan dini menjadi kunci penting agar aksi pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum bencana meluas. (ant/one)