Kelola Lahan Tidur Sekolah Jadi Lumbung Pangan dan Peternakan Sapi, Disdikbud Kaltim Perkuat Pembelajaran Vokasi
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan tidur di lingkungan sekolah untuk disulap menjadi kawasan lumbung pangan dan peternakan.
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa pemanfaatan aset lahan sekolah ini digenjot guna mendukung program ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat ruang praktik vokasi serta keterampilan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Salah satu proyek percontohan yang tengah dikembangkan berlokasi di SMK Negeri 2 Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Sekolah ini memanfaatkan potensi area kelapa sawit produktif seluas 100 hektare untuk dijadikan kawasan peternakan sapi terpadu yang mencakup program penggemukan dan pembiakan.
Armin menjelaskan bahwa pengembangan kawasan peternakan sapi terpadu di SMKN 2 Tanah Grogot dijalankan lewat kolaborasi multi-pihak. Inisiatif ini melibatkan pemerintah daerah, perusahaan tambang setempat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, serta Fakultas Peternakan Universitas Mulawarman untuk pendampingan teknis akademis.
Selain fokus pada integrasi sawit dan sapi, Disdikbud Kaltim mendorong penguatan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi SMK di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan tata kelola aset produktif serta meningkatkan kemandirian finansial sekolah.
Disdikbud Kaltim menargetkan pada periode 2028–2029 seluruh area hijau di lingkungan sekolah telah tertanami berbagai tanaman produktif, seperti kelapa genjah dan buah-buahan, sebagai dukungan terhadap kelestarian lingkungan dan kedaulatan pangan di Kalimantan Timur.(ant/one)