DUDI dan Sekolah Harus Makin Dekat, Lulusan SMK Disiapkan Langsung ke Dunia Kerja
SAMARINDA – Jarak antara sekolah kejuruan dan dunia kerja tak boleh lagi terlalu lebar. Lulusan SMK dituntut bukan sekadar mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Karena itu Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) harus terus didorong semakin dekat dengan sekolah. Salah satunya melalui kerja sama yang dibangun SMK Negeri 6 Samarinda dengan 25 perusahaan dan pelaku usaha di Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan keterlibatan DUDI sejak proses pendidikan penting agar kompetensi siswa tidak berhenti di ruang kelas. Sekolah dapat menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri, sementara perusahaan memiliki akses lebih awal terhadap calon tenaga kerja yang telah dibekali keterampilan.
“Melalui kerja sama ini, para pelajar tidak perlu ragu lagi ketika lulus. Mereka sudah siap bekerja di dunia usaha maupun industri,” kata Seno Aji usai penandatanganan kesepakatan di SMKN 6 Samarinda, Jalan Batu Cermin, Samarinda, Selasa (22/9/2026).
Menurut Seno, hubungan sekolah dan perusahaan juga tidak sebatas urusan perekrutan tenaga kerja. DUDI dapat ikut memperkuat proses pembelajaran, menyediakan pengalaman praktik, hingga membantu fasilitas pendidikan.
Hal itu sudah terlihat di SMKN 6 Samarinda. Sejumlah ruang kelas dan laboratorium sekolah mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Saya senang ketika masuk sekolah ini, ternyata beberapa ruang kelas dan laboratorium dibantu melalui CSR pihak DUDI,” ujarnya.
Seno menilai dukungan semacam itu semestinya menjadi bagian dari kolaborasi jangka panjang antara dunia pendidikan dan industri. Apalagi, SMK memang dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan keterampilan yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
“Sudah seharusnya dan sewajarnya perusahaan mendukung pengembangan sekolah,” tegasnya.
Ia bahkan menyatakan siap hadir jika sekolah lain di Kaltim membangun pola kerja sama serupa dengan DUDI.
Kepala SMKN 6 Samarinda Muhammad Adnan mengatakan keterlibatan 25 DUDI dalam kerja sama tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di sekolah tersebut.
Menurut Adnan, kontribusi perusahaan tidak hanya dalam bentuk kerja sama program, tetapi juga menyentuh kebutuhan fisik sekolah.
Sejumlah perusahaan turut membantu renovasi fasilitas hingga pengembangan laboratorium yang digunakan siswa untuk praktik.
“Kerja sama ini sangat mendukung peningkatan kualitas SDM SMKN 6 Samarinda,” katanya.
Di sisi lain, Adnan mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltim melalui program seragam sekolah gratis bagi peserta didik. Program tersebut, kata dia, telah berjalan beberapa tahun dan membantu meringankan kebutuhan siswa.
“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan beberapa tahun. Kami juga berterima kasih kepada Pemprov Kaltim yang memberikan bantuan program seragam sekolah gratis,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Wagub Seno Aji berupa minyak aromaterapi hasil karya siswa SMKN 6 Samarinda.