Subscribe

Markas Grup 4 Kopassus Perkuat Posisi Strategis Kaltim, Jadi Benteng Pengaman IKN

3 minutes read

SAMARINDA – Kehadiran Markas Grup 4 Kopassus di Kalimantan Timur bukan sekadar pembangunan pangkalan militer baru. Markas pasukan elite TNI AD itu diproyeksikan menjadi bagian penting dari penguatan pertahanan nasional sekaligus benteng strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi bersama Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud meninjau lokasi pembangunan Markas Grup 4 Kopassus di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan dilakukan dari udara menggunakan helikopter untuk melihat langsung kondisi dan posisi strategis kawasan. Setelah itu, rombongan melanjutkan pembahasan di markas sementara yang kini telah ditempati personel Kopassus.

Djon Afriandi menegaskan, pembangunan Markas Grup 4 Kopassus di Kalimantan memiliki arti penting bagi strategi pertahanan Indonesia, terlebih Kaltim kini menjadi lokasi IKN.

“Kehadiran kami di sini dalam rangka meningkatkan keamanan regional,” kata Djon Afriandi.

Menurutnya, keberadaan ribuan prajurit Kopassus beserta keluarga juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pembangunan pangkalan akan diikuti pengembangan berbagai infrastruktur, mulai akses jalan, jaringan listrik hingga penyediaan air bersih yang diharapkan dapat terintegrasi dengan kawasan permukiman masyarakat.

Artinya, pembangunan markas tidak hanya berbicara mengenai pertahanan. Kehadirannya juga berpotensi membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di sekitar kawasan Jembayan.

Gubernur Rudy Mas’ud menyambut positif pembangunan tersebut. Menurutnya, penempatan Markas Grup 4 Kopassus di Kaltim menunjukkan semakin kuatnya posisi daerah dalam peta strategis pertahanan nasional.

“Ini merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan negara terhadap pemerintah daerah. Akses jalan baru akan segera dibangun untuk mendukung konektivitas dan mobilitas,” tegas Rudy.

Penguatan akses menjadi salah satu kebutuhan penting seiring pengembangan kawasan markas. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas militer, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima Kopassus bersama Gubernur Rudy Mas’ud, Komandan Grup 4 Kopassus Brigjen TNI Suharma Zunam dan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri juga melakukan penanaman pohon Tabebuya.
Penanaman pohon itu menjadi simbol keteguhan sekaligus harapan agar pembangunan Markas Grup 4 Kopassus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan dan kemajuan kawasan.
Markas Grup 4 Kopassus dibangun di atas lahan hibah dari area reklamasi PT Multi Harapan Utama (MHU) seluas 110,81 hektare di Desa Jembayan. Kawasan tersebut direncanakan terus dikembangkan hingga mencapai sekitar 230 hektare, termasuk untuk pangkalan dan berbagai fasilitas pendukung.

Usai meninjau lokasi, Panglima Kopassus dan jajaran juga bersilaturahmi di Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda.

Dengan posisi Kaltim sebagai lokasi IKN, kehadiran Grup 4 Kopassus menambah lapisan kekuatan pertahanan di kawasan strategis nasional. Di saat yang sama, pembangunan pangkalan diharapkan menjadi pemicu konektivitas dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar Jembayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *