Tembus 4.318 Titik Panas dalam 11 Hari, BMKG Balikpapan Imbau Warga Kaltim Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Balikpapan, nusaetamnews.com : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatat angka titik panas (hotspot) yang sangat tinggi di Kalimantan Timur. Sepanjang periode 1 hingga 11 Agustus 2026, terdeteksi sebanyak 4.318 titik panas yang tersebar di wilayah Kaltim.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa lonjakan titik panas ini dipicu oleh pergeseran kondisi iklim Kaltim menuju fase El Nino kuat, yang diperparah oleh dominasi Monsun Australia yang membawa massa udara kering.
Kondisi kekeringan ini diproyeksikan belum mencapai puncaknya. BMKG memperkirakan puncak El Nino yang lebih kering di Kaltim baru akan terjadi pada September hingga Oktober 2026, sehingga potensi kemunculan titik panas diperkirakan masih bisa melonjak lebih tinggi.
Sebagai gambaran tingginya intensitas titik panas, pada Selasa (11/8) saja terdeteksi sebanyak 590 titik panas di 10 kabupaten/kota. Kabupaten Berau menyumbang titik terbanyak mencapai 233 titik, disusul Kutai Kartanegara (124 titik), Kutai Timur (115 titik), Paser (54 titik), Kutai Barat (37 titik), Mahakam Ulu (11 titik), Balikpapan (7 titik), Samarinda (5 titik), Bontang (3 titik), dan Penajam Paser Utara (1 titik).
Merespons kondisi lahan yang kian kering dan rawan terbakar, BMKG mengimbau masyarakat agar ekstra hati-hati dan menghindari aktivitas pemicu karhutla. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta imbauan khusus bagi para perokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering. (ant/one)