Subscribe

Integrasi Layanan AIDS, TB, dan Malaria: Dinkes Kaltim Akselerasi Target Eliminasi Bencana Kesehatan 2030

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mengintegrasikan layanan penanganan penyakit AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria (ATM). Langkah strategis ini ditempuh guna mempermudah akses masyarakat terhadap skrining hingga pengobatan yang berkesinambungan di berbagai fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa integrasi ini menjadi bagian penting dari penanganan penyakit menular, terlebih Kaltim masuk dalam 18 daerah prioritas nasional percepatan penurunan prevalensi TB. Saat ini, penemuan kasus baru TB di Kaltim berada pada kisaran 54–56 persen dari estimasi 21.000 pemeriksaan, dengan inisiasi pengobatan awal sebesar 85 persen dari target 95 persen.

Guna menunjang integrasi pelayanan, Pemprov Kaltim telah menyediakan Klinik Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) yang tersebar di 188 puskesmas se-Kaltim serta merangkul jejaring klinik swasta terlatik. Fasilitas ini juga disiapkan merespons lonjakan kasus HIV/AIDS, di mana hingga April 2026 tercatat 441 kasus baru HIV dan 117 kasus AIDS di Kaltim.

Sementara untuk penanganan malaria, fokus intervensi diarahkan ke wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Timur. Hingga triwulan II 2026, terakumulasi 408 kasus malaria di Kaltim, yang sebagian dipicu oleh kasus impor usai kepulangan personel TNI/Polri dari tugas di Papua.

Untuk memperkuat deteksi dini di tingkat tapak, Dinkes Kaltim telah membentuk 74 Desa Siaga TB dan menargetkan jangkauan secara bertahap hingga mencakup seluruh 1.038 desa di Kalimantan Timur demi menyukseskan target eliminasi penyakit menular pada 2030. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *