Subscribe

Otorita IKN Beberkan Strategi “Gila” di Balik Pembangunan Nusantara

2 minutes read

Bandung, nusaetamnews.com : Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan proyek sulap semalam. Di depan ratusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Staf Khusus Kepala Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, membongkar kompleksitas dan strategi eksekusi di balik mega proyek masa depan Indonesia tersebut.

Dalam kuliah tamu bertajuk “Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan IKN” yang digelar secara daring, Jumat (08/05/2026), Danis menekankan bahwa kunci utama IKN adalah konsistensi dan detail yang terukur.

“Kami ingin memberikan informasi lengkap agar kawan-kaman akademisi tidak hanya tahu IKN dari media sosial. Ini soal apa yang sedang, sudah, dan akan dilaksanakan secara teknis,” tegas Danis.

IKN dalam Angka: 8 Prinsip & 24 KPI

Danis menjelaskan bahwa IKN tidak dibangun “asal jadi”. Pembangunannya dipandu oleh 8 Prinsip Pembangunan dan 24 Key Performance Indicators (KPI) yang sangat ketat, meliputi:

  • Green & Smart: Penerapan bangunan hijau (green building) dan sistem gedung cerdas.
  • Integrated Infrastructure: Transformasi infrastruktur yang terintegrasi secara digital.
  • Social Inclusion: Melibatkan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan.

Tahap Awal: 115 Paket Konstruksi Ngebut!

Bicara soal eksekusi, Danis memaparkan skala proyek yang masif. Saat ini, terdapat 115 paket konstruksi yang sedang berjalan di dalam kawasan inti. Tidak hanya gedung, pembangunan ini mencakup “nadi” kota seperti:

  1. Akses jalan tol penunjang.
  2. Sumber air (Bendungan & Intake air minum).
  3. Jaringan energi dan telekomunikasi mutakhir.

Proses ini merupakan estafet kolaborasi antara Kementerian PUPR, Otorita IKN, sektor swasta, hingga keterlibatan kampus dan masyarakat lokal.

Pesan untuk Gen-Z: Pintar Saja Enggak Cukup!

Menutup diskusi yang dihadiri lebih dari 200 peserta tersebut, Danis memberikan “jamu” penyemangat bagi para calon insinyur muda. Menurutnya, untuk membangun infrastruktur masa depan Indonesia, dibutuhkan tiga pilar utama dalam diri seorang profesional:

“Pintar dan kompeten itu wajib, tapi harus didukung pengalaman nyata. Jaga integritas, karena kompetensi tanpa kejujuran itu rapuh. Terakhir, bangun networking seluas mungkin,” pesannya.

Kenapa Harus IKN?

Danis mengingatkan kembali bahwa IKN adalah solusi jangka panjang untuk mengurangi beban Jakarta dan menciptakan magnet ekonomi baru di wilayah timur Indonesia. Ini adalah upaya “Indonesia Sentris”, bukan lagi sekadar fokus di Pulau Jawa.(one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *