Subscribe

Indeks Ketimpangan Gender Kaltim 2025 Membaik, Keterwakilan Perempuan di Parlemen Jadi Booster

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Angin segar berembus bagi kesetaraan gender di Kalimantan Timur. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 berada di angka 0,379, alias membaik dengan penurunan sebesar 0,062 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa tren positif ini dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan kualitas kesehatan reproduksi dan penguatan pemberdayaan perempuan di sektor politik.

“Perbaikan IKG ini sangat dipengaruhi oleh dimensi kesehatan reproduksi. Saat ini, semakin sedikit perempuan di Kaltim yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan. Selain itu, angka pernikahan dini atau melahirkan di bawah usia 20 tahun juga terus menurun,” ujar Mas’ud di Samarinda, Rabu (7/5).

Wajah Baru Parlemen: Kursi Perempuan Meningkat

Selain faktor kesehatan, dimensi pemberdayaan menjadi motor penggerak utama. Berdasarkan hasil Pemilu terbaru, porsi keterwakilan perempuan di kursi legislatif Kaltim melonjak.

  • Persentase Legislatif Perempuan: Naik 1,82%, kini mencapai 14,55%.
  • Dampak: Proporsi kursi laki-laki turun menjadi 85,45%, yang menandakan pengambilan keputusan di tingkat daerah mulai lebih inklusif.

Namun, di sisi pendidikan, potretnya sedikit kontras. Penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang mengenyam pendidikan SMA ke atas naik menjadi 57,95%. Sementara itu, persentase perempuan di kategori yang sama sedikit terkoreksi dari 50,23% menjadi 49,68%.

Pasar Tenaga Kerja Jadi ‘Rem’ Capaian IKG

Meski dimensi kesehatan dan politik moncer, sektor ketenagakerjaan justru menjadi penghambat IKG Kaltim untuk terjun lebih dalam. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) secara umum mengalami kelesuan.

Indikator TPAK Capaian 2025 Selisih vs 2024
Laki-laki 83,14% Turun 0,61%
Perempuan 48,72% Turun 0,35%

“Penurunan partisipasi angkatan kerja, baik pada laki-laki maupun perempuan, menyebabkan dimensi pasar tenaga kerja tertahan perkembangannya. Ini yang membuat capaian IKG kita belum bisa jauh lebih baik lagi,” jelas Mas’ud. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *