Atasi Krisis Guru di Pedalaman, Disdikbud Kaltim Siapkan Program Kuliah Gratis
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggeber program afirmasi khusus bagi anak muda di kawasan pelosok. Tujuannya jelas: mendidik mereka menjadi guru agar kelak bisa kembali membangun kampung halaman masing-masing.
Langkah ini diambil untuk memutus rantai kekurangan tenaga pendidik di daerah terpencil yang selama ini kerap ditinggalkan pengajar dari luar daerah.
“Pengajar dari luar daerah seringkali tidak bertahan lama. Makanya, kebijakan afirmasi ini sangat dibutuhkan untuk mencetak guru asli daerah dan mengembalikan mereka ke asal masing-masing,” ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, di Samarinda, Senin (27/4).
Kuliah Gratis & Prioritas Jadi Pengajar
Melalui program ini, pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi putra-putri daerah untuk masuk ke fakultas keguruan tanpa biaya alias kuliah gratis. Tak hanya itu, para lulusannya nanti akan diprioritaskan untuk langsung mengabdi sebagai tenaga pendidik di wilayah asal mereka.
Tantangan ‘Minat Sekolah’ & Kuota Khusus 3T
Meski fasilitas seperti asrama sudah disiapkan, Armin mengakui tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya minat anak-anak di pedalaman untuk lanjut sekolah. Untuk itu, Disdikbud Kaltim menyiapkan beberapa strategi:
- Sosialisasi Masif: Menumbuhkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan tinggi.
- Kuota Khusus SMA Garuda Transformasi: Memberikan jalur khusus bagi siswa dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
- Jalur Beasiswa Luar Negeri: Siswa berprestasi dari jalur 3T berpeluang mendapatkan beasiswa penuh hingga ke mancanegara.
Pemerataan PPPK dan Target 2028
Selain mencetak guru baru, Disdikbud juga berencana merombak penempatan guru PPPK yang saat ini masih menumpuk di area perkotaan untuk segera digeser ke wilayah hulu Mahakam dan pedalaman lainnya.
Langkah besar ini dibarengi dengan komitmen peningkatan infrastruktur sekolah agar tidak ada lagi gap antara sekolah di kota dan di desa. Targetnya ambisius: pada tahun 2028, seluruh sekolah di Kalimantan Timur diharapkan sudah mencapai standar Sekolah Nasional Plus.
“Kita ingin akses pendidikan berkualitas merata hingga ke hulu Mahakam demi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) kita,” tutup Armin. (ant/one)