Subscribe

Dilarang Tolak Siswa Disabilitas! Disdikbud Kaltim Genjot Pelatihan Guru Inklusi dan Gandeng SLB Terdekat

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah tegas dalam menjamin kesetaraan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Kini, seluruh sekolah di Bumi Etam resmi dilarang menolak siswa disabilitas, dan para gurunya pun mulai digembleng secara masif agar siap mengajar di kelas inklusi.

“Saat ini seluruh sekolah di Kalimantan Timur boleh menerima siswa disabilitas karena secara aturan regulasi memang melarang adanya penolakan terhadap anak-anak inklusi,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, di Samarinda, Selasa (16/6).

Siasat Disdikbud: Pendampingan Melekat hingga Skema “Studi Tiru”

Bukan sekadar mengeluarkan larangan, Disdikbud Kaltim langsung bergerak melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang kedapatan sudah menampung siswa inklusi. Langkah ini dibarengi dengan pembekalan intensif, baik secara luar jaringan (luring/tatap muka) maupun dalam jaringan (daring/online), demi menyiapkan mental dan kompetensi para guru dalam menghadapi karakteristik unik ABK.

Untuk mempercepat adaptasi, Disdikbud Kaltim menerapkan dua strategi andalan di lapangan:

  1. Studi Tiru ke Sekolah Model: Sekolah-sekolah yang baru pertama kali menerima siswa inklusi diarahkan untuk belajar dan meniru sistem tata kelola pengajaran di SMA Negeri 8 Samarinda, yang dinilai sudah memiliki pengalaman matang di jalur ini.
  2. Sinergi dan Subsidi Guru dari SLB: Mengingat masih minimnya Guru Pembimbing Khusus (GPK) berlatar belakang linier, Disdikbud mengunci kerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) terdekat di setiap daerah agar para guru ahli dari SLB bisa membagikan ilmu serta mendampingi guru sekolah umum.

“Kami telah mengevaluasi bahwa pelatihan yang telah berjalan memberikan dampak positif bagi sekolah pelaksana, meskipun penguatan kompetensi masih menjadi tantangan besar untuk sekolah-sekolah baru,” aku Armin.

Potret Sekolah Inklusi di Kalimantan Timur

Gerakan mewujudkan ekosistem sekolah ramah disabilitas ini terus dikejar grafiknya oleh pemerintah daerah. Dari total 447 sekolah (gabungan SMA, SMK, dan SLB negeri serta swasta) yang tersebar di Kalimantan Timur, pelan tapi pasti jumlah sekolah umum yang membuka pintu bagi program inklusi terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru dari dinas terkait, berikut adalah sebaran sekolah menengah atas yang saat ini sudah resmi menjalankan program pengajaran inklusi:

  • Jenjang SMA: 55 Sekolah
  • Jenjang SMK: 27 Sekolah

Armin berharap, lewat kombinasi pelatihan rutin, pendampingan melekat kepada jajaran kepala sekolah, serta kolaborasi aktif bareng SLB, target pemenuhan hak pendidikan yang merata dan bermutu di Kaltim bisa terwujud tanpa ada satu pun anak yang tertinggal di belakang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *