Lawan Fenomena Fatherless, BKKBN Kaltim Bidik 15 Ribu Ayah Teladan Tahun Ini
Samarinda, nusaetamnews.com : Kalimantan Timur siap mencetak ribuan “super papa”. Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kaltim mematok target ambisius dengan melibatkan 15.959 ayah dan calon ayah teladan sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi serangan balik untuk menanggulangi fenomena fatherless yang kerap menghambat tumbuh kembang karakter anak.
Target ini naik signifikan dibanding capaian tahun 2025 yang berhasil menggaet 10.768 peserta dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
GATI: Ayah Gak Cuma Cari Nafkah
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Publik BKKBN Kaltim, Sitti Mayasari Hamzah, menegaskan bahwa GATI merupakan bagian dari lima Program Quick Win dalam payung besar Bangga Kencana. Gerakan ini mendobrak stigma lama bahwa urusan asuh-mengasuh hanya tugas ibu.
“Program GATI dirancang untuk meningkatkan peran ayah dalam keluarga dan menjawab fenomena fatherless. Ini tentang kehadiran emosional, bukan sekadar status di kartu keluarga,” ujar Sitti di Samarinda, Kamis (23/04/2026).
GATI membawa misi:
- Kesetaraan & Emansipasi: Keseimbangan peran orang tua dalam mengasuh anak.
- Karakter Anak: Membangun bonding agar ayah menjadi idola bagi anak.
- Harmonisasi: Menciptakan iklim keluarga yang lebih bahagia dan progresif.
Ekosistem Keluarga Digital: AI dan Daycare Unggulan
Selain GATI, BKKBN Kaltim juga tancap gas dengan empat program Quick Win lainnya yang tak kalah canggih dan relevan bagi warga Kaltim:
- Aplikasi Super AI: Konsultasi keluarga kini lebih seamless lewat asisten berbasis Akal Imitasi (AI).
- TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan daycare unggulan untuk mendukung produktivitas orang tua bekerja. Saat ini, 48 TPA di Kaltim sudah terintegrasi dengan layanan pemantauan tumbuh kembang hingga sistem rujukan gangguan anak.
- GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Fokus pada eliminasi angka stunting lewat pendampingan intensif.
- SIDAYA (Lansia Berdaya): Layanan komunitas bagi lansia agar tetap produktif dan mendapat perawatan layak.
Infrastruktur Pengasuhan Modern
Khusus untuk program Tamasya, Sitti menjelaskan bahwa layanan ini bukan sekadar tempat penitipan anak biasa. Ke-48 TPA yang tersebar di Kaltim wajib menjalankan empat layanan utama:
- Peningkatan kompetensi pengasuh.
- Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
- Feedback rutin kepada orang tua.
- Sistem rujukan medis yang efektif.
“Kami ingin memastikan anak tumbuh optimal sementara orang tua tetap bisa produktif bekerja tanpa rasa cemas,” pungkasnya. (ant/one)