Bukan Cuma Gudang Buku! DPK Kaltim Genjot Perpustakaan SMA/SMK Jadi Pusat Inovasi Siswa
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah melakukan perombakan besar-besaran terhadap fungsi perpustakaan sekolah. Seluruh perpustakaan tingkat SMA, SMK, dan SLB di Bumi Etam kini digerakkan untuk bertransformasi menjadi pusat pembinaan kreatif dan wadah inovasi para pelajar.
Fokus pembenahan ini menyasar 499 sekolah menengah yang berada di bawah kewenangan provinsi, sejalan dengan adanya penyesuaian kebijakan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang berlaku sejak tahun lalu.
“Kami berkomitmen mengoptimalkan perpustakaan tingkat SMA, SMK, dan SLB agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga wadah pengembangan inovasi pelajar,” tegas Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (BP3KM) DPK Kaltim, Hana Iriana, di Samarinda, Senin (15/6).
Siasati Jarak Lewat Zoom, 78% Sekolah Jadi Target Pembenahan
Tantangan geografis Kaltim yang luas tidak membuat DPK Kaltim patah arang. Untuk menyiasati kendala jarak ke daerah-daerah terpencil, mereka memanfaatkan teknologi digital dengan menggelar penyuluhan serta sosialisasi pengelolaan layanan secara virtual via Zoom.
Sementara untuk wilayah yang mudah dijangkau, pembinaan dilakukan secara langsung (tatap muka) dengan mengumpulkan perwakilan sekolah dalam kelompok terpadu.
Langkah ini mendesak dilakukan mengingat potret literasi sekolah di Kaltim masih memiliki rapor merah yang harus dikejar. Berdasarkan data terkini:
- 12 Persen: Baru sekitar angka ini sekolah yang perpustakaannya memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
- 78 Persen: Sisanya masih menjadi target pembenahan komprehensif dari pemerintah daerah.
“Upaya pembenahan komprehensif ini dipastikan tetap berjalan maksimal, karena pembinaan perpustakaan sekolah menjadi fokus kami dalam peningkatan mutu layanan pustaka,” kata Hana optimis.
Target Dongkrak Indeks Literasi Nasional
Sebagai langkah nyata, DPK Kaltim mulai rajin “sidak” dan mengunjungi sejumlah perpustakaan sekolah di Samarinda guna memastikan mutu layanan mereka sesuai dengan standar akreditasi resmi. Hana mengaku optimistis pihak sekolah memiliki semangat yang sama untuk membenahi pusat literasi demi mendukung proses belajar-mengajar.
Gerakan gerilya literasi di tingkat sekolah ini diharapkan mampu menjadi daya dorong kuat untuk menaikkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kaltim. Apalagi pada tahun 2025 lalu, performa IPLM Kaltim mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus peringkat ketujuh secara nasional. (ant/one)