Subscribe

Kabar Gembira! Pemkab PPU Luncurkan Skema Cicilan 12 Kali buat Pasang Sambungan Air Bersih Perumda Danum Taka

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, meluncurkan gebrakan baru demi meringankan beban warganya. Kini, masyarakat yang ingin menikmati fasilitas air bersih dari Perumda Air Minum Danum Taka tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya instalasi di awal, karena pembayarannya bisa diangsur.

Langkah solutif ini sengaja diambil untuk mendongkrak cakupan layanan air bersih di wilayah PPU yang saat ini porsinya masih terus dikejar oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah kabupaten ingin warga tidak terbebani biaya pemasangan sambungan air bersih,” ungkap Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid, di Penajam, Senin (15/6).

Solusi Murah: Bayar Cicilan hingga 12 Bulan

Abdul Rasyid mengakui, selama ini momok terbesar bagi warga untuk berlangganan air bersih adalah tingginya biaya investasi awal untuk pemasangan sambungan baru. Secara reguler, tarif pemasangan sambungan air bersih di PPU dipatok sebesar Rp2,6 juta—nilai tersebut sudah mencakup unit meteran air dan instalasi jaringan pipa.

Melalui program baru ini, masyarakat diberikan kelonggaran penuh untuk melunasi biaya tersebut secara bertahap.

“Masyarakat dapat membayar biaya pemasangan sambungan air bersih per bulan atau dicicil hingga 12 kali pembayaran,” tambah Abdul.

Hebatnya lagi, kebijakan cicilan ini nggak cuma berlaku buat pasang baru. Bagi pelanggan lama yang kebetulan memiliki tunggakan pembayaran rekening air bulanan, Pemkab PPU juga berbaik hati memberikan kompensasi berupa keringanan pembayaran dengan skema diangsur.

Kejar Target 32 Desa/Kelurahan yang Belum Teraliri

Program cicilan ini menjadi strategi andalan Pemkab PPU dalam memperluas jangkauan distribusi air bersih secara masif. Pasalnya, potret ketersediaan air bersih di Benuo Taka memang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

Dari total 54 kelurahan dan desa yang tersebar di Kabupaten PPU, tercatat baru 26 wilayah yang sukses menikmati aliran air bersih, sementara 32 desa/kelurahan sisanya masih gigit jari menunggu giliran.

Meski begitu, tren perluasan jaringan menunjukkan rapor yang positif. Berdasarkan data evaluasi internal, sepanjang tahun 2025 lalu cakupan layanan air bersih di PPU berhasil melompat naik ke angka 42 persen, setelah sebelumnya sempat tertahan di angka 34 persen. Lewat stimulus cicilan ini, Pemkab PPU optimistis sisa wilayah yang belum terlayani bisa segera teraliri air bersih dalam waktu dekat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *