Subscribe

Lawan Arus Modernisasi, Kutim Siap Gelar Erau Kutai 2026 sebagai “Benteng” Budaya

2 minutes read

Sangata, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tancap gas menjaga eksistensi kearifan lokal. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memastikan ritual adat Erau Kutai bakal kembali digelar tahun ini sebagai upaya konkret membentengi generasi muda dari gempuran arus modernisasi yang kian masif.

Erau bukan sekadar seremoni. Tradisi tahunan warga Kutai ini akan menjadi panggung besar bagi ritual adat, seni, hingga festival olahraga tradisional yang merepresentasikan jati diri Kalimantan Timur.

Jadwal Masih Digodok, Konten Tetap “Savage”

Meski sudah dipastikan bakal run tahun ini, Pemkab Kutim masih menimbang waktu eksekusi yang paling tepat. Pilihannya: digabung dengan HUT Kabupaten pada Oktober mendatang atau menjadi stand-alone event.

Walau jadwal masih tentatif, Bupati Ardiansyah menjamin line-up kegiatannya tetap padat dan sarat makna, di antaranya:

  • Pelas Tanah & Pelas Pijak Tanah
  • Pelas Laut
  • Festival Seni Budaya Kutai
  • Festival Olahraga Tradisional

Legitimasi Sultan dan Pengukuhan Pemangku Adat

Langkah persiapan menuju Erau Kutai makin solid setelah Bupati Ardiansyah resmi mengukuhkan Pemangku Adat Kutai di Kutim. Momen krusial ini ditandai dengan penyerahan Sabda Pandita Ratu langsung dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin.

Pengukuhan ini bukan sekadar gelar, melainkan penguatan struktur kelembagaan adat agar warisan leluhur punya “penjaga” yang sah secara struktur maupun kultural.

“Erau diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi mampu memperkuat identitas budaya daerah, sekaligus meningkatkan partisipasi generasi penerus dalam menjaga warisan leluhur,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Kamis (23/04/2026).

Booster Pariwisata & Ekonomi Lokal

Selain misi penyelamatan budaya, Erau Kutai diproyeksikan menjadi magnet wisatawan yang bakal mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kutim. Ardiansyah mengajak seluruh elemen—mulai dari sektor swasta, pelaku seni, hingga milenial—untuk terlibat aktif.

Bupati berharap para pemangku adat yang baru dikukuhkan bisa menjadi influencer budaya yang mampu mengayomi masyarakat sekaligus memastikan nilai-nilai luhur tetap relevan di era digital. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *