Manfaatkan Energi Surya, Dinas ESDM Kaltim Buka Layanan Cas Motor Listrik Gratis untuk Ojol
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meluncurkan terobosan baru dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik. Mulai pekan ini, para pengemudi ojek daring (online) di Samarinda dapat menikmati fasilitas pengisian daya baterai kendaraan listrik secara gratis di area Kantor Dinas ESDM Kaltim.
Menariknya, daya listrik yang disediakan berasal sepenuhnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terpasang di gedung instansi tersebut.
“Pada hari libur, energi listrik dari PLTS ini tidak terpakai optimal. Daripada terbuang, kami membuka akses pemanfaatan secara gratis untuk rekan-rekan ojek daring,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, Rabu (15/4).
Jadwal dan Jam Operasional
Layanan pengisian daya ramah lingkungan ini dirancang untuk mengoptimalkan aset energi terbarukan saat aktivitas perkantoran menurun. Berikut detail operasionalnya:
- Hari Operasional: Jumat, Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional.
- Waktu Layanan: Pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.
- Lokasi: Area Kantor Dinas ESDM Kaltim, Samarinda.
Optimalkan “Listrik Menganggur”
Bambang menjelaskan bahwa instalasi panel surya di kantornya memiliki produksi yang melimpah berkat potensi matahari Kaltim yang tinggi. Namun, saat hari libur atau penerapan kerja dari rumah (work from home), produksi listrik tersebut banyak yang “menganggur” dan tidak terserap maksimal oleh kebutuhan gedung.
“Membagikan kelebihan daya ini kepada masyarakat adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan aset energi bersih sekaligus memberikan insentif nyata bagi warga yang telah beralih ke kendaraan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Solusi Strategis di Tengah Krisis Global
Selain manfaat ekonomi langsung bagi pengemudi ojol, program ini menjadi bagian dari skenario daerah dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang mengancam stabilitas energi fosil.
Dinas ESDM Kaltim berharap inisiatif ini menjadi pemantik bagi warga perkotaan untuk segera beralih ke sumber energi terbarukan. Dengan penyediaan fasilitas publik yang inklusif, transisi menuju kemandirian energi di Bumi Etam diharapkan dapat berjalan lebih akseleratif dan berkelanjutan. (ant/one)