Subscribe

JD Vance Kembali Pimpin Delegasi AS Tantang Iran, Trump Perintahkan Blokade Total untuk Tekan Nuklir Iran

3 minutes read

Washington, nusaetanmnews.com : Pasang surut diplomasi di Teluk kembali memasuki babak krusial. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dilaporkan akan kembali memimpin delegasi Gedung Putih dalam putaran kedua negosiasi dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah ancaman blokade Selat Hormuz yang mulai diberlakukan oleh Washington.

Laporan CNN menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump telah memberi lampu hijau agar negosiasi lanjutan segera digelar di Pakistan dalam waktu 48 jam ke depan.

“Negosiasi putaran berikutnya antara Washington dan Teheran kemungkinan besar berlangsung dalam dua hari ke depan,” ujar Presiden Trump, Selasa (14/4).

Gagal di Islamabad, Blokade Selat Hormuz Berlaku

Upaya diplomasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan di Islamabad pada Sabtu (11/4) lalu yang berakhir buntu. Meski sempat ada kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, Wapres Vance mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak gagal mencapai titik temu permanen sehingga delegasi AS terpaksa pulang tanpa hasil.

Merespons kegagalan tersebut, Trump langsung mengambil tindakan keras:

  • Blokade Total: Angkatan Laut AS resmi memblokade Selat Hormuz mulai Senin (13/4) pukul 21.00 WIB.
  • Intersepsi Kapal: Militer AS diperintahkan mengejar dan mencegat kapal-kapal yang kedapatan melakukan transaksi pembayaran untuk melintasi jalur vital tersebut.

Konflik yang Kian Memanas

Konflik terbuka ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap sejumlah target strategis di Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu kerusakan masif dan korban sipil. Teheran merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Kini, mata dunia tertuju pada Pakistan. Kehadiran kembali JD Vance di meja perundingan diharapkan mampu meredakan ketegangan sebelum blokade Selat Hormuz memicu krisis energi global yang lebih dalam. Meski demikian, posisi AS tetap tegas: negosiasi harus berjalan sesuai syarat yang ditetapkan Washington jika ingin blokade dicabut.

Trump Perintahkan Blokade Total untuk Tekan Nuklir Iran

Sementara itu,Presiden AS Donald Trump mengambil langkah ekstrem setelah negosiasi maraton di Islamabad menemui jalan buntu. Trump resmi memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz mulai Senin (13/4) pukul 21.00 WIB, sebuah langkah berisiko tinggi yang bertujuan memaksa Iran menyerah soal program nuklirnya.

Langkah provokatif ini diambil meski delegasi kedua negara sempat mencapai beberapa poin kesepakatan kecil di Pakistan akhir pekan lalu.

“Jika mereka tidak setuju (menghentikan senjata nuklir), tidak akan ada kesepakatan. Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tegas Trump dengan nada tinggi, Senin (13/4).

Blokade Ekonomi dan Ambisi Harga Minyak

Trump berdalih bahwa penutupan jalur vital perdagangan dunia tersebut justru bertujuan untuk “membuka kembali” Selat Hormuz secara permanen sesuai standar Washington, guna menekan harga minyak bumi global sekaligus mencekik ekonomi Teheran.

Namun, langkah ini memicu reaksi keras dari Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengecam keras aksi tersebut.

  • Respon Iran: Baghaei melabeli blokade AS sebagai aksi “balas dendam” yang tidak hanya menyasar Iran, tetapi juga menyandera ekonomi global.
  • Dampak Pasar: Langkah ini diprediksi akan memicu volatilitas harga energi dunia di tengah masa gencatan senjata dua minggu yang kian rapuh.

Pujian untuk Tim “Ring 1” Trump

Meski negosiasi Islamabad—yang disebut-sebut sebagai pertemuan paling bersejarah sejak 1979—gagal mencapai kesepakatan permanen, Trump tetap memberikan apresiasi tinggi kepada tim negosiasinya.

Ia memuji kinerja Wakil Presiden JD Vance, Utusan Khusus Steve Witkoff, hingga menantunya Jared Kushner, yang memimpin meja perundingan di bawah mediasi Pakistan. Trump mengklaim bahwa pihak Teheran sebenarnya “sangat ingin” membuat kesepakatan dan telah berupaya menghubungi pihak AS kembali.

“Vance melakukan pekerjaan yang luar biasa, begitu pula Steve dan Jared. Kita lihat saja nanti, pihak lawan sangat bernafsu untuk bersepakat,” pungkas Trump saat disinggung mengenai peluang pengiriman kembali tim delegasinya ke Pakistan dalam waktu dekat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *