Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai 270 Miliar Dolar
Sementara itu, pemerintah Iran mulai menghitung dampak kehancuran pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang mengguncang kawasan pada Februari lalu. Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengungkapkan taksiran awal kerugian yang dialami Teheran mencapai angka fantastis, yakni 270 miliar dolar AS atau setara Rp4,6 kuadriliun.
Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan diplomatik pasca-perundingan maraton di Islamabad, Pakistan, yang gagal membuahkan kesepakatan.
“Isu ganti rugi perang menjadi poin utama yang terus dikejar tim perunding kami, termasuk dalam dialog di Islamabad,” tegas Mohajerani kepada Kantor Berita RIA Novosti, Selasa (14/4).
Kalkulasi Berlapis
Meski angkanya sudah mencengangkan, Teheran menekankan bahwa nilai 270 miliar dolar AS tersebut masih bersifat sementara. Mengingat masifnya kerusakan infrastruktur dan dampak sosial, proses audit kerugian diperkirakan akan memakan waktu lama.
“Kerusakan ini harus diperiksa melalui beberapa lapisan teknis sebelum kita mendapatkan angka final,” tambah Mohajerani.
Gagal Capai Kesepakatan di Islamabad
Eskalasi di kawasan Teluk mencapai titik didih sejak serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu, yang menelan ribuan korban jiwa. Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan yang menyasar aset militer Amerika di Israel, Irak, Yordania, hingga negara-negara Teluk.
Meskipun gencatan senjata dua pekan telah diumumkan akhir pekan lalu, jalur diplomasi masih menemui jalan buntu:
- Durasi Negosiasi: Delegasi Iran dan AS telah berhadapan selama 21 jam di Islamabad.
- Hasil: Hingga Minggu (12/4), pertemuan berakhir tanpa kesepakatan resmi terkait rekonsiliasi maupun kompensasi.
Kini, fokus beralih pada mekanisme internasional untuk menuntut ganti rugi, sementara stabilitas kawasan Teluk masih bergantung pada rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang sedang berjalan.(ant/one)