Subscribe

Bedah Konsep ‘Forest City’, Departemen PWK Unhas Studi Banding ke Jantung IKN

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kedatangan tamu spesial dari dunia akademik. Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) menyambangi Kantor Otorita IKN pada Senin (13/04), untuk membedah langsung implementasi konsep Sponge City dan Forest City yang menjadi tulang punggung pembangunan ibu kota baru.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mendalam untuk mensinergikan visi pembangunan berkelanjutan dengan wawasan keilmuan terbaru di bidang tata kota.

“Pertemuan ini adalah ruang belajar bersama. Kami berbagi pengetahuan sekaligus mengevaluasi bagaimana implementasi Sponge City dan Forest City di lapangan,” ujar Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto.

Integrasi Kurikulum & Amanah ASPI

Ketua Departemen PWK Unhas, Dr. Eng. Ihsan, menegaskan bahwa hasil “investigasi” akademik ini akan langsung dibawa pulang untuk memperkaya kurikulum kampus. Langkah ini juga merupakan mandat dari Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) untuk menjadikan IKN sebagai laboratorium hidup bagi para calon perencana kota.

“Pembelajaran hari ini akan kami integrasikan ke kurikulum. Ini adalah studi banding krusial untuk memperdalam pemahaman mengenai perencanaan kota masa depan,” jelas Ihsan.

IKN Bukan Pulau Terisolasi

Dalam sesi pemaparan, Otorita IKN menekankan bahwa pembangunan Nusantara tidak berdiri sendiri. Sejumlah poin penting yang dibahas meliputi:

  • Tata Ruang Mikro & Makro: Penerapan kawasan lindung dan pelestarian keanekaragaman hayati.
  • Sponge City: Sistem manajemen air yang dirancang untuk mencegah banjir sekaligus menjaga ketersediaan air tanah.
  • Sinergi Ekonomi: Strategi integrasi dengan Balikpapan dan Samarinda guna membentuk ekosistem industri yang kuat di Kalimantan Timur.

Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan lapangan (site visit) ke sejumlah titik strategis. Para akademisi melihat langsung bagaimana hutan tetap dijaga di tengah deru pembangunan infrastruktur, membuktikan bahwa konsep kota hutan bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang sedang dibangun. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *