Anggaran Jalan Kaltim 2026 Turun Drastis Jadi Rp400 M, Dinas PUPR Mainkan Strategi Prioritas
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur harus memutar otak di tahun 2026. Meski alokasi anggaran perbaikan jalan “terjun bebas” dari Rp2,2 triliun menjadi Rp400 miliar, mereka tetap gas pol demi menjaga konektivitas wilayah.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, mengakui adanya efisiensi besar-besaran ini. Namun, ia memastikan progres pemantapan jalan provinsi tidak akan jalan di tempat.
Rapor Jalan Kaltim: 85% Sudah “Mantap”
Saat ini, Pemprov Kaltim memegang kendali atas 63 ruas jalan dengan total panjang mencapai 938,85 kilometer. Begini detail kondisinya:
- Kondisi Mantap: 805,77 km (85,83%).
- PR (Belum Mantap): 133,08 km (14,17%).
“Sisa 14 persen inilah yang jadi fokus penanganan khusus kita supaya ekonomi warga nggak terhambat gara-gara akses jalan yang rusak,” ujar Muhran di Samarinda, Selasa.
Strategi “Skala Prioritas” di Lapangan
Karena dana terbatas, PUPR-PERA Kaltim langsung menetapkan titik-titik krusial yang jadi prioritas tahun ini:
- Jalur Kutai Timur – Talisayan: Perbaikan sepanjang kurang lebih 98 km.
- Simpang Empat Kaliorang – Batas Berau: Penanganan jalur sepanjang 149 km.
- Jalur Tering (Kubar) – Ujoh Bilang (Mahulu): Infrastruktur sepanjang 7 km.
Khusus jalur Tering, Pemprov Kaltim melakukan collab bareng Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) agar pendanaan bisa patungan lewat skema APBN, Provinsi, dan Kabupaten.
Gak Cuma Jalan, Longsor Juga Jadi Fokus
Bukan cuma urusan aspal mulus, mitigasi bencana juga masuk dalam list kerja. Ada enam titik rawan longsor yang bakal ditangani serius, tersebar mulai dari:
- Kota Samarinda.
- Batas Kutai Timur menuju Berau.
- Sanga-sanga dan Muara Jawa (Kutai Kartanegara).
Kolaborasi Internal: Bina Marga x UPTD
Biar kerja makin efisien, pembagian tugas dibuat lebih tajam. UPTD Pemeliharaan bakal jadi “tim gercep” yang menangani lubang-lubang kecil atau kerusakan minor. Sementara itu, Bidang Bina Marga bakal fokus pada proyek berat seperti rekonstruksi dan pembangunan jangka panjang.
Strategi ini diharapkan bisa tetap menjaga kualitas jalanan Kaltim meski kantong anggaran sedang tidak setebal tahun lalu. (ant/one)