Subscribe

Gaspol! Kaltim Targetkan Setor Rp43,8 Triliun ke Kas Negara di 2026

2 minutes read

SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) kembali jadi “anak emas” penyumbang devisa. Direktorat Jenderal Pajak dan Perbendaharaan (DJPb) Kaltim resmi mematok target pendapatan negara dari Bumi Etam sebesar Rp43,87 triliun sepanjang tahun 2026.

Angka ini naik signifikan dibanding target tahun lalu yang berada di level Rp36 triliun. Namun, awal tahun ini tampaknya menjadi tantangan berat bagi otoritas pajak setempat.

Pajak Masih Jadi “Mesin Uang” Utama

Kepala Kanwil DJPb Kaltim, Edih Mulyadi, mengungkapkan bahwa mayoritas pendapatan masih mengandalkan sektor perpajakan.

  • Target Pajak: Rp41,67 triliun.
  • Target PNBP: Rp2,19 triliun (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

“Pendapatan ini didominasi pajak dalam negeri dan perdagangan global,” ujar Edih di Samarinda, Senin (2/3).

Rapor Merah di Januari 2026?

Meski target tahunan naik, realisasi bulan pertama (Januari 2026) justru menunjukkan tren melambat. Koleksi uang negara tercatat baru Rp1,59 triliun, merosot tajam dibanding realisasi Januari 2025 yang sempat menyentuh Rp2,98 triliun.

Berikut adalah rincian target “pos-pos” raksasa di Kaltim:

Sektor Pendapatan Target 2026 Realisasi Jan 2026 Keterangan
Pajak Penghasilan (PPh) Rp13,03 Triliun Rp486,51 Miliar Turun dibanding Jan 2025
PPN Rp12,14 Triliun Rp352,48 Miliar Baru tercapai 2,9%
Bea Keluar Rp11,75 Triliun Rp56,07 Miliar Perdagangan Internasional
PBB Rp572,91 Miliar Rp41,45 Miliar Capaian 7,23%

Sektor Perdagangan Internasional & PNBP

Kaltim yang kaya komoditas juga mengandalkan bea masuk dan keluar. Target dari pajak perdagangan internasional dipatok Rp12,94 triliun, dengan realisasi bea masuk baru mencapai Rp58,41 miliar di awal tahun.

Sementara itu, untuk sektor PNBP, DJPb Kaltim optimistis bisa mengejar target Rp2,19 triliun, di mana per Januari sudah terkumpul Rp210,61 miliar atau sekitar 9,57% dari pagu.

Tantangan besar kini menanti Edih Mulyadi dan timnya untuk mengejar ketertinggalan realisasi awal tahun demi memenuhi target jumbo Rp43 triliun sebelum tutup buku Desember mendatang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *