Subscribe

Iran Tegas Tolak Negosiasi, Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Perang Dunia III!

4 minutes read

Istambul, nusaetamnews.com : Tensi tinggi antara Teheran dan Washington mencapai titik didih. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara resmi membantah rumor adanya upaya “main belakang” untuk memulai kembali perundingan dengan Amerika Serikat (AS).

Lewat pernyataan pedas di platform X, Senin (2/3), Larijani menegaskan bahwa Iran sama sekali tidak tertarik untuk duduk satu meja dengan negeri Paman Sam.

Bantah Laporan Media Internasional

Klarifikasi ini muncul sebagai respons atas laporan Al Jazeera yang mengutip The Wall Street Journal. Laporan tersebut mengeklaim Larijani tengah meluncurkan inisiatif baru untuk bernegosiasi dengan Washington melalui perantara Oman.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” tegas Larijani singkat dan padat dalam unggahannya.

Serang Balik Kebijakan Donald Trump

Larijani juga “menyerang” Presiden AS Donald Trump lewat unggahan terpisah. Ia menuding Trump telah menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan demi ambisi kekuasaan pihak lain.

Kritik tajam yang dilontarkan Larijani antara lain:

  • “Israel First”: Menuduh Trump mengubah slogan America First menjadi kepentingan Israel.
  • Tumbal Pasukan: Menyebut Trump mengorbankan nyawa tentara AS demi “ilusi kosong.”
  • Delusi Kekuasaan: Menilai kebijakan AS saat ini hanya didasari oleh kebohongan yang merugikan keluarga militer Amerika.

Konflik Memanas: Pemimpin Tertinggi Iran Dikabarkan Tewas

Situasi di kawasan dilaporkan semakin destruktif setelah kampanye militer gabungan AS-Israel pada Sabtu lalu. Serangan tersebut diklaim menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Respons Militer Teheran:

Sebagai balasan, Teheran langsung meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi sekutu AS. Dampaknya fatal:

  • 3 Personel Militer AS tewas.
  • 5 Personel lainnya luka serius.

Eskalasi ini menandai salah satu titik tergelap dalam hubungan diplomatik kedua negara, di mana pintu dialog tampaknya telah tertutup rapat oleh desingan peluru dan ledakan rudal.

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Perang Dunia III!

Sementara itu, Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, melempar peringatan keras terkait eskalasi panas di Timur Tengah. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini memprediksi serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran bukan sekadar gertakan sambal, melainkan awal dari konflik panjang yang bisa menjerumuskan dunia ke dalam Perang Dunia III.

Dino menyebut aksi ini sebagai tindakan “ugalan-ugalan” yang punya agenda jauh lebih gelap dari sekadar isu nuklir.

Misi Utama: Tumbangkan Rezim Teheran

Menurut Dino, tujuan akhir dari agresi militer ini bukan lagi soal kapasitas nuklir, melainkan regime change alias menggulingkan pemerintah Iran.

“Semua instrumen, mulai dari aksi militer, mobilisasi massa, agen Mossad, hingga tekanan ekonomi, bakal dikerahkan untuk menumbangkan Teheran,” tulis Dino dalam pernyataan di media sosialnya, Minggu (1/3).

Namun, Dino mengingatkan bahwa Iran bukan negara kemarin sore:

  • Jaringan Luas: Berbeda dengan kasus di Venezuela, Iran punya pengaruh politik dan militer yang gurita di berbagai wilayah.
  • Efek Domino: Perang ini dipastikan menyeret pihak luar dan menciptakan guncangan global di luar perbatasan Iran.

Sentil Trump: “Semua Masalah Diselesaikan Pakai Perang”

Dino menyoroti tren berbahaya di bawah kepemimpinan Donald Trump. Ia menilai AS kini cenderung menyelesaikan segala perselisihan yang tidak sesuai keinginan mereka dengan kekerasan.

Padahal, menurut informasi dari Pemerintah Oman sebagai mediator, proses perundingan damai sebenarnya sudah menunjukkan kemajuan signifikan sebelum serangan pecah. “Iran adalah pihak yang diserang, bukan sebaliknya. Gagalnya perundingan bukan pembenaran untuk meluncurkan serangan militer,” tegas Dino.

Soal Niat Presiden Prabowo: “Trump Lagi Gelap Mata”

Menanggapi keinginan Presiden Prabowo Subianto yang siap terbang ke Teheran untuk menjadi penengah, Dino menilai langkah tersebut kemungkinan besar akan tidak efektif.

Alasannya cukup menohok:

  • Ego Superpower: AS jarang sekali mau dimediasi oleh pihak ketiga karena posisinya sebagai negara adidaya.
  • Mood “Gelap Mata”: Dino meyakini Trump sedang tidak ingin diganggu karena fokus utamanya saat ini adalah meruntuhkan pemerintah Iran.

Saran Dino untuk Indonesia: Tegas Saja!

Dibandingkan jadi juru damai yang mungkin diabaikan, Dino menyarankan Indonesia untuk lebih berani menyatakan sikap:

“Kita harus berani menyatakan apa yang benar itu benar, dan salah itu salah. Serangan AS-Israel ini bertentangan dengan segala prinsip yang disampaikan Presiden Prabowo di PBB tahun lalu.”

Indonesia didesak untuk tetap konsisten menjaga prinsip perdamaian dan hukum internasional tanpa harus takut pada risiko diplomatik. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *