Subscribe

Al-Aqsa Memanas : Ben-Gvir ‘Sidak’ di Jumat Pertama Ramadan, 80 Ribu Jemaah Tetap Bertahan

2 minutes read

YERUSALEM – Suasana Jumat pertama bulan suci Ramadan 1447 H di kompleks Masjid Al-Aqsa memanas. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kontroversi setelah melakukan kunjungan provokatif ke area sensitif tersebut di tengah pembatasan ketat terhadap warga Palestina.

Tokoh sayap kanan garis keras ini terlihat memasuki area melalui Gerbang Maroko—akses yang dikendalikan penuh oleh Israel sejak 1967—dengan pengawalan ketat dari Komisaris Polisi Daniel Levy dan Komandan Distrik Yerusalem Avshalom Peled. Tak hanya hadir, pernyataan Ben-Gvir di depan aparatnya pun langsung menuai kecaman karena dianggap menyudutkan warga Palestina.

Barikade Ketat dan Penolakan Izin

Sejak Jumat pagi, aparat Israel terpantau memperketat pemeriksaan di berbagai titik masuk Yerusalem Timur. Banyak warga dari Tepi Barat, termasuk lansia, terpaksa gigit jari dan diminta putar balik di pos pemeriksaan Qalandia dan Bethlehem dengan alasan klasik: tidak punya izin.

Tak hanya jemaah, petugas medis dan jurnalis pun kena imbasnya. Berdasarkan laporan lapangan, empat petugas medis sempat ditahan, sementara kerja awak media dihalang-halangi oleh personel militer di pos Qalandia.

80 Ribu Jemaah “Solid” di Al-Aqsa

Meski akses menuju Kota Tua dan gerbang Al-Aqsa dijaga super ketat dengan pemeriksaan identitas yang berlapis, semangat warga Palestina tidak luntur.

Departemen Wakaf Islam mencatat sekitar 80.000 jemaah tetap berhasil menembus barikade untuk menunaikan salat Jumat pertama Ramadan di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Angka ini menunjukkan keteguhan warga di tengah situasi yang serba terbatas.

Potensi Eskalasi

Kehadiran Ben-Gvir di momen sensitif seperti Ramadan ini disebut-sebut sebagai “bensin” yang bisa menyulut api ketegangan lebih luas. Pemerintah Kegubernuran Yerusalem pun menyayangkan langkah provokatif tersebut yang dilakukan justru saat umat Muslim sedang fokus beribadah.

Hingga saat ini, situasi di sekitar wilayah pendudukan masih terpantau tegang dengan pengawasan ketat dari otoritas keamanan Israel. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *