Waspadai Cuaca Ekstrem dan El Nino, BI Balikpapan Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok di PPU
Penajam, nusaetamnews.com : Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mewaspadai risiko musim kemarau dan potensi El Nino yang bisa memicu kenaikan inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Ketergantungan PPU pada pasokan bahan pokok dari luar daerah membuat stabilitas harga rentan terganggu.
Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dan fenomena El Nino berpotensi menekan produksi pangan di daerah sentra seperti Jawa dan Sulawesi. Selain itu, ancaman gelombang tinggi juga berisiko menghambat jalur distribusi pengiriman bahan pangan via laut menuju PPU.
Guna mengantisipasi gejolak harga, BI bersama TPID Pemkab PPU gencar mengoperasikan berbagai langkah strategis. Mulai dari pemantauan harga rutin, operasi pasar, kerja sama antardaerah, hingga menggalakkan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan mandiri.
Langkah ini juga didukung lewat Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) dan optimalisasi roadmap pengendalian inflasi 2025–2027 di Balikpapan, PPU, serta Paser. Targetnya, angka inflasi di tiga wilayah tersebut tetap terjaga sesuai sasaran nasional di kisaran 2,5 persen ± 1 persen.
Sebagai gambaran, inflasi bulanan PPU pada Juli 2026 tercatat di angka 0,28 persen, sementara inflasi tahunannya berada di level 2,34 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau—seperti daging ayam ras serta ikan—masih menjadi penyumbang inflasi terbesar, meski beberapa harga komoditas sayuran sempat turun berkat melimpahnya pasokan lokal. (ant/one)