Subscribe

Transaksi Digital Kian Menjamur, Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 948 Ribu Orang

2 minutes read

Adopsi pembayaran nontunai di Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard oleh masyarakat dan pelaku usaha daerah telah menembus 948.300 pengguna hingga triwulan II 2026, melonjak signifikan dibanding triwulan sebelumnya.

Samarin da, nusaetamnews.com : Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayuadi Hardiyanto menyampaikan bahwa pertumbuhan ini berbanding lurus dengan meluasnya jumlah penyedia layanan atau merchant QRIS di Kaltim yang kini telah menyentuh angka 910.700 mitra. Fenomena ini membuktikan bahwa transaksi digital makin diterima sebagai bagian dari gaya hidup dan aktivitas ekonomi harian warga.

Selain kanal QRIS, pergerakan sistem pembayaran bernilai besar dan ritel di Kaltim juga mencatatkan angka yang menggembirakan. Pada Juli 2026 saja, nilai transaksi melalui Real Time Gross Settlement berhasil menembus Rp15,26 triliun, sementara transaksi via Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia mencapai Rp2,34 triliun.

Di sisi peredaran uang tunai, wilayah Kaltim mencatatkan posisi net outflow sebesar Rp423,3 miliar pada periode Juli 2026. Angka tersebut menandakan volume uang kartal yang keluar dari perbankan jauh lebih besar ketimbang yang kembali masuk.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pembayaran yang aman, inklusif, dan efisien di Kalimantan Timur. Perluasan penggunaan instrumen digital seperti QRIS bakal terus didorong demi mengakselerasi transformasi transaksi masyarakat menuju sistem yang jauh lebih praktis dan serba cepat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *