Subscribe

Ubah Sampah Jadi Cuan Energi, Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah Per Hari untuk PSEL

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius menggarap proyek infrastruktur hijau. Sebanyak 1.270 ton sampah setiap harinya telah disiapkan untuk memasok operasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua wilayah aglomerasi utama, Samarinda dan Balikpapan.

Langkah ini diproyeksikan bakal mengubah tumpukan limbah menjadi sumber energi terbarukan sekaligus solusi konkret masalah lingkungan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Distribusi Dua Zona Aglomerasi

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (LB3) DLH Kaltim, Andi Sitti Asti Suriaty, merinci bahwa pasokan tersebut terbagi dalam dua titik komando:

  • Aglomerasi Samarinda Raya: Menampung 710 ton/hari (660 ton dari Samarinda + 50 ton dari Kutai Kartanegara).
  • Aglomerasi Balikpapan Raya: Menampung 560 ton/hari (berasal dari Balikpapan, pesisir Kutai Kartanegara, dan sampah dari kawasan IKN).

“Tim gabungan dari lintas kementerian, PLN, hingga Danantara sudah melakukan peninjauan lapangan maraton pekan lalu untuk memastikan kesiapan infrastruktur ini,” ujar Asti di Samarinda, Senin (4/5/2026).

Proyek Strategis Nasional (PSN) Terintegrasi

PSEL Kaltim bukan sekadar tempat pembuangan akhir. Fasilitas ini dirancang terintegrasi penuh dengan pengembangan IKN sebagai role model nasional pengelolaan sampah berkelanjutan.

Pihak Danantara disebut bakal memegang tanggung jawab penuh atas pengelolaan dan dukungan pembiayaan proyek ambisius ini. Saat ini, pemerintah daerah sedang bergerak cepat mematangkan kesiapan lahan, sistem angkutan dari hulu, hingga pasokan air bersih.

Lahan Siap, Amdal Berproses

Berdasarkan hasil verifikasi tim teknis, lokasi lahan yang diusulkan dinyatakan sangat layak untuk konstruksi fisik.

“Lahan yang ada memiliki kontur datar dan minim hambatan vegetasi. Saat ini proses legalitas seperti penyusunan dokumen Amdal dan izin prinsip di tingkat kabupaten/kota terus kita kebut,” tambah Asti.

Target: Lingkungan Sehat, Energi Meningkat

Selain untuk membersihkan kota, percepatan proyek PSEL ini ditargetkan mampu:

  1. Memperkuat Bauran Energi Nasional: Menambah pasokan listrik dari sumber non-fosil.
  2. Ekonomi Sirkular: Menciptakan sistem tata kelola lingkungan yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.
  3. Modernisasi Pengolahan: Membudayakan pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga).

“Kami berharap PSEL ini menjadi solusi jangka panjang yang membuat tata kelola lingkungan kita jauh lebih berkualitas dan bernilai ekonomi,” pungkasnya.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *