Tertinggi Se-Kaltim! 21 Persen Warga Penajam Paser Utara Sudah Beralih ke KTP Digital
PENAJAM PASER UTARA — Era KTP fisik tampaknya bakal segera bergeser ke digital. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat, sekitar 21 persen warga di Serambi Nusantara ini sudah beralih menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) alias KTP digital.
“Kami sudah siapkan skema perluasan penggunaan IKD,” ujar Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Dukcapil PPU, Dony Ariswanto, di Penajam.
Langkah taktis pun langsung digeber. Sekarang, setiap warga yang sedang mengantre buat cetak KTP elektronik (KTP-el) fisik di kantor Dukcapil bakal langsung dipandu petugas untuk mengaktifkan KTP digital di smartphone mereka.
Jadi yang Tertinggi Se-Kaltim, Salip Daerah Lain!
Gak main-main, capaian aktivasi IKD yang menyentuh angka 21 persen ini sukses menempatkan Kabupaten PPU di posisi puncak dengan persentase tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur.
Dari total jumlah penduduk PPU yang mencapai kisaran 203.661 jiwa, tercatat ada 144.856 orang yang masuk kategori wajib KTP. Nah, dari angka wajib KTP tersebut, sebanyak 30.419 warga terpantau sudah resmi mengantongi KTP digital di ponselnya.
Meski berhasil jadi jawara di level provinsi, Dukcapil PPU mengaku gak mau cepat puas. Pasalnya, angka ini masih harus digenjot biar bisa menembus target nasional yang dipatok di angka 30 persen.
Daftar SMA di PPU Kini Wajib Pakai KTP Digital
Biar target nasional cepat tembus, Pemkab PPU punya strategi antimainstream. Tahun ini, mereka resmi melibatkan KTP digital dalam sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Dukcapil PPU bahkan sudah bergerak cepat menjalin koordinasi dengan sejumlah SMA di wilayah setempat. Strategi ini dinilai ampuh karena menyasar para pemula sekaligus memperluas ekosistem IKD.
Lewat sistem ini, data kependudukan calon siswa baru bakal langsung dicocokkan real-time dengan database pusat Direktorat Jenderal Dukcapil. Jadi, proses verifikasi dokumen kependudukan bakal jauh lebih aman karena mengandalkan sistem kode batang (barcode). (ant/one)