Subscribe

Bukan Main! Pemkab Kutim Sulap 328 Hektare Lahan Eks Tambang Jadi Sumber Pangan Produktif

3 minutes read

Sanggatta, nusaetamnews.com : Sektor pertambangan di Kutai Timur (Kutim) tampaknya harus siap-siap berbagi panggung. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa Pemkab Kutim kini tengah tancap gas melakukan transformasi ekonomi dengan menggenjot sektor pertanian dan peternakan demi menggeser dominasi batubara.

“Kutim memiliki lahan dan sumber daya besar untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan yang diharapkan menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Ardiansyah saat mengisi Talkshow di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim di Sangatta, Selasa (2/6/2026).

Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak beberapa tahun terakhir menjadi booster utama bagi sektor pangan di Kutim. Sejak 2023 hingga 2026, pertanian di Kutim melejit pesat berkat strategi perluasan lahan, adopsi teknologi cerdas, dan diversifikasi komoditas untuk menyuplai kebutuhan pangan IKN.

Produktivitas Padi Meroket, Lahan Eks Tambang Disulap Jadi Sawah

Komitmen Kutim bukan kaleng-kaleng. Saat ini, lahan sawah eksisting di Kutim sudah mencapai 2.638 hektare (ha), dengan target perluasan baru sebesar 1.106 ha yang 400 ha di antaranya sudah sukses terealisasi. Bahkan untuk rencana jangka panjang, Pemkab membidik angka fantastis 20.000 ha sawah.

Hasilnya pun kelihatan nyata. Produksi padi pada 2025 sukses menyentuh angka 13.200 ton gabah per tahun (setara 7.500 ton beras), atau melonjak drastis hingga 40 persen dibanding tahun 2023. Kerennya lagi, produktivitas panen ikutan naik dari yang dulunya cuma 3,9–4 ton per ha, kini melesat jadi 5–7 ton per ha.

Gak cuma itu, lewat program Rehabilitasi Lingkungan, Pemkab Kutim sukses menyulap 328 hektare lahan eks tambang menjadi lahan produktif yang kini ditanami jagung, singkong, dan palawija.

Target 24 Ribu Sapi pada 2027 dan Program ‘Sikomandan’

Di subsektor peternakan, performa Kutim juga gak kalah menyala. Populasi sapi yang pada 2023 lalu baru berkisar 13.500 ekor, merangkak naik menjadi 15.000 ekor pada 2025, dan dipatok target ambisius tembus 24.000 ekor pada 2027 mendatang.

Untuk menyukseskan target ini, senjata andalan yang digunakan adalah program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) lewat metode Inseminasi Buatan (IB) massal dengan target 500 ekor per tahun demi mencetak minimal 100 pedet (anak sapi) baru setiap tahunnya.

Berikut adalah peta kekuatan komoditas peternakan Kutim saat ini:

  • Sapi: 15.000 ekor (menuju target 24.000 ekor di 2027).
  • Kambing/Domba: Stabil di angka 8.200 ekor per tahun.
  • Kerbau: Sekira 1.800 ekor (terkonsentrasi di rawa-rawa Muara Wahau dan Kaubun).
  • Unggas (Ayam/Itik): Tembus 2,4 juta ekor dengan produksi telur naik 40 persen (hampir swasembada untuk konsumsi sewilayah kabupaten).

Bupati Sentil Mahasiswa: Gak Usah Kebanyakan Wacana!

Melihat potensi yang melimpah ruah dan pasar IKN yang sudah di depan mata, Ardiansyah langsung menantang para mahasiswa Stiper Kutim untuk mengambil peluang emas ini dan berani menjadi bos di tanah sendiri.

“Jangan banyak wacana, karena yang dibutuhkan adalah aksi nyata. Peluang di sektor peternakan dan pertanian sangat terbuka, tinggal siapa yang mau menjadi pelakunya,” pungkas Ardiansyah memotivasi generasi muda. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *