Target Kuota 210 Siswa Terisi Penuh, Sekolah Rakyat Palaran Siap Diresmikan 20 Juni 2026!
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses mengamankan target kuota peserta didik untuk program Sekolah Rakyat. Sebanyak 210 kursi yang disediakan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu kini telah terisi penuh dan siap memulai babak baru di Kota Samarinda.
“Alhamdulillah, untuk kuota sudah terisi penuh semua berkat tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kaltim, yang telah terjun bekerja keras melakukan penjaringan siswa ke berbagai wilayah,” ujar Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, di Samarinda, Kamis (11/6).
Langkah jemput bola ini menjadi strategi krusial pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kepastian hak dasar bagi generasi muda dari desil ekonomi terbawah agar mendapatkan akses pendidikan yang layak dan bermutu tinggi.
Rincian Kuota: Didominasi Pelajar Samarinda
Seluruh siswa yang lolos proses saringan ketat ini nantinya akan ditempatkan di kompleks Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Palaran, Samarinda. Dinsos membagi daya tampung 210 kursi tersebut secara proporsional ke dalam tiga jenjang pendidikan.
Berikut rincian komposisi siswa Sekolah Rakyat Kaltim:
- Jenjang SD (60 Kursi): Diisi oleh 55 anak asal Samarinda dan 5 anak dari kabupaten/kota penyangga terdekat.
- Jenjang SMP (60 Kursi): Terserap secara mutlak 100 persen oleh anak-anak usia belajar yang berdomisili di ibu kota provinsi (Samarinda).
- Jenjang SMA (90 Kursi): Mengakomodasi kapasitas terbesar dengan rincian 80 pelajar lokal Samarinda dan 10 remaja hasil rekrutmen dari wilayah kabupaten sekitar.
Fasilitas Megah di Atas Lahan 7 Hektare
Gak main-main, fasilitas pendidikan terpadu khusus bagi masyarakat rentan ini dibangun dengan skala yang cukup masif. Gedung Sekolah Rakyat Kaltim permanen di Palaran ini berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.498,18 meter persegi.
Saat ini, proyek pembangunan fisik sudah memasuki fase akhir. Pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh dari mega proyek sosial-pendidikan ini bisa rampung 100 persen dalam hitungan hari. Jika tidak ada aral melintang, kompleks sekolah ini siap diresmikan penggunaannya tepat waktu pada 20 Juni 2026 mendatang. (ant/one)