Subscribe

Suntik Energi Nasional! Pertamina Hulu Mahakam Resmi Operasikan Anjungan WPN-6, Pasokan Gas Meroket 20 MMSCFD

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com :  PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHM) kembali mencatatkan rapor hijau dalam menjaga ketahanan energi nasional. Operator Blok Mahakam ini resmi menambah pasokan gas (onstream) sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) yang bersumber dari anjungan WPN-6 di Lapangan Sisi Nubi, Kalimantan Timur.

“Onstream WPN-6 dimulai sejak 5 Juni 2026 dan terus berjalan hingga kini,” ungkap General Manager PT PHM, Setyo Sapto Edi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).

Proses pengoperasian anjungan baru ini dilakukan secara bertahap. Pada kick-off perdana 5 Juni lalu, sumur NB-601 mencatatkan produksi awal sekitar 6 MMSCFD. Tiga hari berselang (8 Juni), sumur NB-603 menyusul mengudara dengan produksi di kisaran 8 MMSCFD. Setelah fase optimalisasi dan stabilisasi rampung, kolaborasi dua sumur di anjungan WPN-6 ini dipastikan bakal menyemburkan gas hingga kapasitas maksimal 20 MMSCFD.

Fase Keempat Proyek Sisi Nubi AOI 135

Keberhasilan onstream anjungan WPN-6 ini bukan proyek rintisan biasa, melainkan fasilitas keempat yang sukses dioperasikan dalam megaproyek pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (AOI) 135 dari total enam platform yang direncanakan.

Sebelumnya, tiga platform pendahulu yakni WPS-4, WPS-5, dan WPN-7 sudah lebih dulu go live menyuplai gas.

“Rangkaian onstream tersebut menunjukkan bahwa pengembangan lapangan Sisi Nubi berjalan bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi,” jelas Setyo.

Siasat di Lapangan Matang & Dukung Swasembada Energi

Menghidupkan sumur gas di Blok Mahakam tentu punya tantangan tersendiri, mengingat lapangan migas legendaris ini sudah masuk dalam fase matang (mature) dan mengalami penurunan produksi secara alamiah (natural decline).

Oleh karena itu, PT PHM bersama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) getol memanfaatkan inovasi teknologi mutakhir sebagai strategi utama mempertahankan ritme produksi. Sebelum resmi mengudara, anjungan WPN-6 wajib melewati serangkaian uji kelayakan yang super ketat demi meminimalkan risiko di lapangan, antara lain:

  • Emergency Shutdown (ESD) Test: Uji coba sistem keselamatan otomatis jika terjadi kondisi darurat.
  • Clean Up: Proses pembersihan sumur dari material sisa pemboran.
  • Leak Test dengan Nitrogen: Pengujian mendalam menggunakan nitrogen untuk memastikan 100 persen tidak ada kebocoran pada fasilitas produksi.

Langkah taktis ini menjadi bukti komitmen kuat perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di wilayah Kalimantan. Sekaligus, menjadi sokongan nyata dari Blok Mahakam untuk mendukung program Astacita pemerintah menuju swasembada energi nasional. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *