Subscribe

Samboja “Ketiban Durian Runtuh”: SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru, Cadangan Minyak Tembus 1 Juta Barel!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Kawasan transmigrasi Samboja, Kutai Kartanegara, mendadak jadi primadona baru sektor energi nasional. SKK Migas baru saja mengumumkan temuan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di wilayah tersebut dengan cadangan minyak yang nyaris menyentuh angka 1 juta barel.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa selain minyak, kawasan ini juga menyimpan potensi gas yang sangat besar, yakni mencapai 11,64 miliar kaki kubik.

“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel,” ujar Djoko dalam konferensi pers usai bertemu Menteri Transmigrasi di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Target Produksi Tinggi: Operasi Mulai Bulan Depan

Ke-13 sumur baru ini nantinya akan dieksekusi langsung oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Salah satu jagoannya adalah sumur pengembangan MUT-346 OS HZ.

Sumur ini ditargetkan mampu memproduksi 7,3 juta kaki kubik gas per hari dengan proyeksi cadangan gas mencapai 3,6 miliar kaki kubik. Kabar baiknya, proyek ini bukan sekadar rencana di atas kertas.

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami sudah mulai ngebor,” tegas Djoko.

Valuasi Ekonomi Fantastis

Jika mengintip hitung-hitungan finansial, proyek sumur MUT-346 ini punya nilai ekonomi yang menggiurkan. Dengan asumsi harga gas 7,7 dolar AS per MMBTU dan kurs rupiah di angka Rp17.000, berikut estimasi cuannya:

  • Nilai Cadangan: Setara Rp471 miliar.
  • Pendapatan Kotor: Diperkirakan mencapai Rp355 miliar.
  • Setoran ke Pemerintah: Sekitar Rp87 miliar (setelah pajak).

Sinergi Lahan Transmigrasi demi Ketahanan Energi

Saat ini, PHSS sebenarnya sudah mengelola 79 sumur eksisting di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja. Penambahan 13 sumur baru ini menandakan betapa strategisnya wilayah transmigrasi dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Djoko juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Transmigrasi yang sudah memberikan lampu hijau bagi kegiatan eksplorasi ini. Menurutnya, mencari sumber minyak di luar negeri saat ini semakin sulit dan mahal, sehingga temuan domestik seperti di Samboja menjadi sangat krusial. “Minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Cari minyak di luar itu nggak mudah, kalaupun ada harganya mahal banget. Makanya temuan ini sangat strategis buat kita,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *