Samarinda Siapkan Teras Samarinda Tahap II, Andi Harun Wajibkan Kontraktor Bereskan Catatan Evaluasi
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota Samarinda makin ketat menjaga kualitas pembangunan kota. Pemkot menuntut kontraktor proyek Teras Samarinda Tahap II untuk menyelesaikan belasan catatan evaluasi teknis dan administrasi sebelum ruang publik ini resmi diluncurkan.Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan kalau serah terima fisik sampai pelunasan pembayaran akhir gak bakal disetujui selama kekurangan proyek senilai Rp41 miliar ini belum tuntas sesuai spesifikasi.Pengecekan mendetail ini mencakup Segmen 1 hingga Segmen 4, membentang dari area depan Kantor Gubernur Kaltim sampai Pagar Pelindo. Berdasarkan data konsultan supervisi, pengerjaan Segmen 2 dan 3 menyerap dana Rp21 miliar untuk taman, pedestrian, mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), dermaga, hingga rumah pompa. Sementara Segmen 4 menelan Rp20 miliar buat *amphitheater*, *playground*, halte, pos polisi, dan sistem drainase.Beberapa poin evaluasi penting yang wajib disempurnakan pelaksana proyek antara lain:* Penguatan struktur pondasi arena bermain anak (*playground*)* Perbaikan kualitas paving block, ubin, dan pemasangan pagar pengaman di tepian sungai* Penutupan serta penataan akses pelabuhan lama yang dinilai rawan bahaya* Perapian jaringan kabel koridor, penambahan kanopi pos jaga, dan pengecatan ulang* Pengukuran presisi area kerusakan rumput gajah mini dari total kontrak 1.558,70 meter persegi* Pembersihan sisa material bangunan serta optimalisasi drainase dan sistem sprinklerAndi Harun meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas turun langsung mengecek lapangan. Semua temuan harus disajikan dalam bentuk matriks perbandingan antara volume kontrak dan kondisi riil demi menjamin transparansi anggaran daerah.Sembari menunggu penuntasan perbaikan minor di masa pemeliharaan akhir hingga akhir Agustus, skema pengelolaan sementara sudah dirancang sampai Desember 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal memegang kendali kebersihan dan perawatan taman. Di sisi lain, Dinas Perhubungan bersama Satpol PP mengurus operasional listrik, pasokan air, serta keamanan kawasan.Dikerjakan sejak 2023 dengan pendanaan APBD, mega proyek ini digadang-gadang mengubah wajah tepian Sungai Mahakam dari kesan kumuh jadi ruang publik modern, hijau, ramah keluarga, sekaligus sentra UMKM digital lokal. Setelah Tahap I menghabiskan Rp36,9 miliar (plus dana penyempurnaan pedestrian Rp10,6 miliar pada 2026), pembangunan fisik Tahap II dari depan Lamin Etam hingga Dermaga Pasar Pagi kini sudah capai 100 persen.Kawasan anyar ini ditargetkan resmi dibuka buat masyarakat luas mulai 1 September 2026 dengan pembatasan jam operasional demi menjaga ketertiban kota. (ant/one)