Subscribe

Samarinda Siaga Satu Kemarau! Pemkot Rilis 6 Instruksi Khusus Antisipasi Krisis

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah cepat merespons ancaman musim kemarau ekstrem yang diprediksi tiba lebih awal tahun ini. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot Samarinda resmi merilis enam poin instruksi strategis untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih di wilayah Kota Tepian.

Langkah ini diambil menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak kemarau 2026 akan terjadi pada Juli hingga September dengan intensitas suhu yang lebih kering.

“Kami meminta warga menerapkan enam poin kewaspadaan sesuai instruksi Wali Kota. Kesadaran individu adalah kunci utama menjaga keselamatan lingkungan dari dampak cuaca ekstrem ini,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, Rabu (15/4).

6 Protokol Siaga Kemarau Samarinda

BPBD menekankan agar masyarakat mematuhi panduan berikut guna menekan potensi kerugian materiil maupun korban jiwa:

  1. Stop Bakar Lahan & Sampah: Larangan keras membuka lahan dengan cara membakar serta menghentikan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka.
  2. Waspada Korsleting Listrik: Meningkatkan pengecekan instalasi listrik rumah tangga guna mencegah kebakaran permukiman yang rentan terjadi saat suhu terik.
  3. Manajemen Air Bersih: Mengimbau warga untuk mulai berhemat dan bijak dalam menggunakan cadangan air bersih.
  4. Mitigasi Sektor Pertanian: Petani diminta segera menyiapkan embung atau sumur dalam sebagai cadangan pengairan.
  5. Sistem Lapor Cepat: Warga wajib segera melaporkan titik api sekecil apa pun kepada ketua RT atau kanal darurat BPBD.
  6. Proteksi Kesehatan: Menjaga hidrasi dengan memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat suhu mencapai titik tertinggi.

Siagakan Armada di Titik Rawan

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Samarinda telah menyiagakan armada pemadam kebakaran di berbagai titik strategis untuk mempercepat response time jika terjadi kondisi darurat. BPBD bersama instansi terkait juga akan melakukan patroli rutin di kawasan-kawasan yang dinilai rawan kebakaran semak belukar.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara jajaran birokrasi dan masyarakat sangat dibutuhkan agar Samarinda tetap aman melewati periode kemarau panjang ini,” tutup Suwarso.

Upaya mitigasi dini ini diharapkan mampu meminimalisir dampak kabut asap dan krisis air baku yang kerap membayangi Kalimantan Timur saat memasuki siklus musim kering.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *