Misi Penyelamatan Badak Pari Mahulu: BKSDA Kaltim Gelar Simulasi Evakuasi Satwa Langka
Samarinda, nusaetamnews.com : Kabar dari pedalaman hutan Kalimantan Timur, sebuah misi penyelamatan tingkat tinggi sedang dipersiapkan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim baru saja menggelar simulasi translokasi (pemindahan habitat) sebagai langkah konkret untuk menyelamatkan Badak Pari Mahulu—salah satu mamalia paling langka dan terancam punah di dunia.
“Upaya penyelamatan badak kalimantan membutuhkan lebih dari sekadar harapan, melainkan kesiapan, ketelitian, serta kerja sama berbagai pihak di lapangan,” tegas Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto, di Samarinda, Sabtu (30/5).
Gerakan taktis ini merupakan inisiatif kolaboratif antara BKSDA Kaltim bersama Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT), dengan sokongan penuh dari Tropical Forest Conservation Act Kalimantan (TFCA Kalimantan).
Skenario Kritis: Latihan Mental dan Teknis di Lapangan
Lewat pelatihan teknis ini, tim gabungan diskenariokan menghadapi berbagai situasi kritis dan tak terduga yang berpotensi terjadi selama proses evakuasi di belantara liar.
Bukan cuma latihan fisik, BKSDA Kaltim juga menggelar sesi knowledge sharing dengan memboyong sejumlah pakar dan ahli konservasi badak tingkat nasional.
Mengapa simulasi ini krusial?
Badak Pari Mahulu adalah nama yang diberikan untuk salah satu individu badak sumatra sub-spesies Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang masih tersisa di pedalaman Mahakam Ulu. Karakteristik medan hutan Kalimantan yang ekstrem membuat proses evakuasi memiliki risiko fatal yang sangat tinggi jika tidak direncanakan secara matang.
Garis Besar Rencana Penyelamatan Badak Kalimantan
Misi penyelamatan satwa ikonik ini memiliki beberapa tahapan penting sebelum sang badak benar-benar dipindahkan:
1.Pelatihan Intensif Tim Lapangan:Tahap Persiapan.
Mematangkan Standard Operational Procedure (SOP) dan pembagian peran tim gabungan saat menghadapi situasi darurat di tengah hutan.
2.Transfer Ilmu dari Pakar Nasional:Tahap Pemetaan Risiko.
Mengkaji data empiris dan pengalaman penanganan badak dari wilayah lain guna meminimalisir kesalahan teknis selama proses evakuasi.
3.Evakuasi Menuju Tempat Amankan:Tahap Eksekusi.
Melakukan pelacakan, penangkapan aman, dan pemindahan Badak Pari Mahulu dari habitatnya yang terisolasi ke lokasi suaka pelestarian (sanctuary) yang jauh lebih terproteksi.
Misi ini menjadi bagian dari persiapan panjang untuk memberikan rumah baru yang lebih aman bagi Badak Pari Mahulu dari ancaman jerat, perburuan, maupun kehilangan habitat akibat deforestasi.
“Di balik setiap proses latihan keras di lapangan, tersimpan satu tekad bulat dari seluruh pihak untuk terus memelihara harapan bagi kelestarian masa depan populasi badak kalimantan. Eksistensinya itu ada, nyata, dan menjadi tugas bersama untuk melindunginya dari kepunahan,” pungkas Ari. (ant/one)