Subscribe

Samaqua Mulai Dipasarkan, Samarinda Punya “Senjata” Baru Dongkrak PAD

3 minutes read

SAMARINDA – Samarinda tak hanya ingin menjadi pasar bagi produk air minum dalam kemasan (AMDK) dari luar daerah. Kota Tepian kini mulai punya produk sendiri.
Namanya Samaqua, AMDK yang dikembangkan Perumdam Tirta Kencana Samarinda dan resmi dipasarkan mulai Rabu (5/8/2026).

Kehadiran Samaqua bukan sekadar menambah pilihan air minum bagi masyarakat. Produk ini diproyeksikan menjadi lini bisnis baru Perumdam sekaligus membuka peluang untuk memperkuat ekonomi lokal dan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda.
Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah mengatakan Samaqua merupakan langkah perusahaan mengembangkan bisnis berbasis potensi daerah.

“Kami dari Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda memperkenalkan produk baru kami, air minum dalam kemasan Samaqua. Mari kita dukung produk lokal demi membantu penguatan ekonomi daerah,” ujarnya usai peluncuran Samaqua.

Untuk tahap awal, Samaqua dipasarkan dalam tiga pilihan, yakni kemasan 220 mililiter, 330 mililiter, dan galon. Perumdam menargetkan distribusinya tidak berhenti di Samarinda, tetapi secara bertahap menembus pasar kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.

Produksi Samaqua dilakukan di fasilitas yang berada di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.
Air bakunya berasal dari Sungai Mahakam. Setelah melalui proses pengolahan di IPA, air kembali menjalani penyaringan dan sterilisasi di fasilitas produksi sebelum dikemas.
Perumdam bahkan sudah memiliki fasilitas produksi botol sendiri untuk kemasan 220 mililiter dan 330 mililiter. Langkah ini diharapkan membuat proses produksi lebih efisien.

Tak berhenti di tiga varian, perusahaan juga menyiapkan kemasan sekitar 600 mililiter untuk memperluas pasar.

Dari sisi legalitas, Samaqua disebut sudah melewati berbagai persyaratan sebelum dilempar ke pasaran. Produk ini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), mengantongi izin edar BPOM, serta sertifikat halal.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebut kapasitas awal produksi Samaqua berada di kisaran 300-350 dus per hari. Untuk kemasan galon, produksinya sekitar 100 galon per hari.

Menurut Marnabas, perjalanan Samaqua hingga resmi dipasarkan tidak singkat. Butuh waktu hampir 1,5 tahun untuk melewati berbagai proses perizinan dan pengujian.

“BPOM sangat ketat. Mereka tidak hanya memeriksa sekali atau dua kali. Bahkan petugas datang sendiri tanpa pemberitahuan untuk mengambil sampel dan memastikan kualitas produk tetap sesuai standar,” katanya.

Setelah pengolahan di IPA, air kembali diproses melalui tahapan penyaringan dan sterilisasi. Proses berlapis ini menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas air tetap terjaga sebelum sampai ke tangan konsumen.

Kini, Pemkot Samarinda mulai mendorong Samaqua masuk ke jaringan ritel modern, hotel, toko hingga warung. Skema konsinyasi juga disiapkan agar produk tersebut bisa lebih cepat menyebar dan mudah ditemukan masyarakat.

Yang menarik, pengembangan bisnis Samaqua bukan proyek kecil. Investasi fasilitas produksinya mencapai sekitar Rp6 miliar.

Jika permintaan pasar meningkat, kapasitas produksi akan ditambah. Harapannya, bisnis air minum milik daerah ini bukan hanya mampu bersaing dengan produk nasional, tetapi juga menjadi mesin baru bagi pemasukan daerah.

“Harapan kami masyarakat menggunakan produk lokal. Ayo kita bersaing secara sehat. Silakan masyarakat menilai kualitas Samaqua, dan kami akan terus menjaga mutu agar produk ini bisa menjadi kebanggaan Kota Samarinda,” tegas Marnabas.

Untuk harga, Samaqua kemasan 220 mililiter dibanderol Rp26 ribu per dus isi 24 botol, sedangkan kemasan 330 mililiter Rp37.500 per dus isi 24 botol. Untuk galon, isi ulang dipatok Rp8 ribu, sementara galon beserta wadahnya dijual Rp80 ribu.

Masyarakat yang ingin mendapatkan Samaqua dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp 0811-5300-1001.
Kini tantangannya tinggal satu: apakah Samaqua mampu merebut pasar air minum kemasan yang sudah penuh dengan pemain besar?

Jawabannya akan ditentukan oleh kualitas, harga dan seberapa kuat Samarinda mau memilih produknya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *