Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam
SEMARANG – Bumi Etam kembali bebahagia. Kafilah Kalimantan Timur (Kaltim) sukses mempertahankan gelar Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah.Kaltim keluar sebagai juara dengan raihan 281 poin, unggul jauh dari tuan rumah Jawa Tengah yang mengoleksi 208 poin. DKI Jakarta berada di posisi ketiga dengan 129 poin, disusul Aceh dan Jawa Timur yang sama-sama mengumpulkan 99 poin.Prestasi tersebut sekaligus membuat Piala Bergilir Presiden RI kembali dibawa pulang ke Kalimantan Timur.Kemenangan Kaltim diumumkan dalam malam penutupan MTQN XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (19/9/2026). Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar secara resmi menutup rangkaian MTQN yang berlangsung sejak 11 September tersebut.Nasaruddin bahkan menyebut keberhasilan Kaltim mempertahankan gelar juara umum sebagai capaian yang patut menjadi perhatian provinsi lain.“Provinsi Kaltim harus menjadi perhatian bagi provinsi lain. Apabila Kaltim mampu mempertahankan juara umum MTQ Nasional, maka Piala Presiden akan berada permanen di Kalimantan Timur dan akan diganti dengan piala baru lagi untuk diperebutkan kembali,” kata Nasaruddin.Ucapan selamat pun disampaikan kepada seluruh kafilah Kaltim yang berhasil membawa kembali gelar tertinggi MTQN ke Bumi Etam.Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang hadir langsung bersama istri, Hj Sarifah Suraidah mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurut Rudy keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan buah dari kerja panjang seluruh elemen yang terlibat.“Luar biasa. Selamat kepada seluruh kafilah Kaltim yang kembali mempertahankan juara umum,” ujar Rudy usai penutupan MTQN XXXI.Namun, Rudy menegaskan, kemenangan di arena MTQ bukan semata soal mengumpulkan poin dan membawa pulang piala.Menurut dia, nilai terpenting MTQ adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan syiar Islam terus tumbuh di Kaltim.“Esensi penyelenggaraan MTQ bukan hanya meraih juara, tetapi lebih dari itu, bagaimana kita bisa membumikan syiar Islam dan Al-Qur’an di Bumi Kalimantan Timur serta melanjutkan prestasi untuk Kaltim,” tegasnya.Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua LPTQ Kaltim beserta jajaran, pembimbing, pelatih dan seluruh peserta yang telah bekerja keras selama persiapan hingga pelaksanaan MTQN.Ia tak lupa menyebut dukungan masyarakat Kaltim sebagai bagian penting di balik keberhasilan tersebut.“Keberhasilan yang diraih tentu berkat kerja keras Ketua LPTQ Kaltim beserta jajarannya, termasuk para pembimbing, pelatih serta doa dan dukungan masyarakat Kaltim,” ujarnya.Dengan gelar juara yang kembali diraih, tantangan berikutnya sudah menanti. MTQN XXXII akan digelar di DKI Jakarta.Rudy pun langsung memasang target baru: mempertahankan kembali supremasi Kaltim di tingkat nasional.“Kita siap mempertahankan juara umum pada MTQ Nasional XXXII di DKI Jakarta,” tegasnya.Malam penutupan MTQN XXXI juga menjadi momen simbolis bagi Kaltim. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan kembali Piala Bergilir Presiden RI kepada Gubernur Rudy Mas’ud sebagai tanda sah Kaltim mempertahankan gelar juara umum.Sementara itu, bendera pataka MTQ diserahkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Penyerahan tersebut menandai Jakarta sebagai tuan rumah MTQN XXXII mendatang.Dengan kemenangan di Semarang, Kaltim bukan hanya membawa pulang piala. Bumi Etam kembali menegaskan dominasinya di panggung MTQ nasional.