Sakti! Lapangan Handil “Reborn”, Produksi Minyak PHM Tembus 15.020 Barel per Hari
Balikpapan, nusaetamnews.com : Usia boleh tua, tapi performa makin gila. Proyek Handil Rejuvenation yang digarap Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sukses besar. Setelah sempat dihentikan sementara (planned shutdown) untuk revitalisasi, Lapangan Handil di Wilayah Kerja (WK) Mahakam kini mencatatkan produksi hingga 15.020 bopd—naik 5 persen dibanding sebelumnya.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menyebut pencapaian ini adalah buah dari “peremajaan” total fasilitas yang sudah beroperasi lebih dari setengah abad tersebut.
“Peningkatan ini didukung kinerja sistem proses dan kompresor yang jauh lebih optimal setelah perawatan di Central Processing Area (CPA). Keandalan fasilitas adalah kunci keberlanjutan energi kita,” ujar Sunaryanto, Kamis (7/5).
Operasi Raksasa: 1.000 Personel, 0 Kecelakaan
Proyek yang sudah digodok sejak 2023 ini bukan sekadar servis biasa. Dalam periode 8–19 April 2026, PHM melakukan operasi “bedah total” yang sangat kompleks:
- Upgrade Jalur Utama: Penggantian pipa utama sepanjang 350 meter (ukuran 20 dan 16 inci) yang sudah masuk kategori mature.
- Modernisasi Sistem: Melakukan retrofit pada Distributed Control System (DCS) dan memperbarui sistem keamanan Fire and Gas (F&G).
- Inspeksi Canggih: Menggunakan teknologi Intelligent Pigging untuk mengecek kesehatan pipa penyalur secara presisi.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, membeberkan bahwa proyek ini melibatkan hampir 1.000 personel yang bekerja non-stop 24 jam. Hebatnya, pekerjaan selesai satu hari lebih cepat dari jadwal dengan rekor zero injury.
Komitmen Ketahanan Energi
Handil Rejuvenation menjadi bukti nyata bagaimana aset migas yang sudah berumur tetap bisa dipacu produktivitasnya melalui inovasi teknologi. Dengan total 241.176 jam kerja yang terlaksana aman, PHM membuktikan bahwa integrasi aset dan keselamatan kerja bisa berjalan beriringan.
“Kami memastikan kehilangan produksi selama masa perawatan jauh lebih rendah dari estimasi awal. Ini langkah konkret mendukung ketahanan energi nasional,” pungkas Setyo. (ant/one)