Subscribe

Rudy Mas’ud Ajak Warga Rawat Kepedulian Sosial

2 minutes read

Samarinda — Ribuan jemaah memadati pelataran Masjid Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center sejak pagi, Rabu (27/5/2026). Namun Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kali ini tidak hanya dipenuhi gema takbir dan suasana khusyuk salat berjemaah, tapi juga pesan kuat tentang pentingnya menjaga rasa peduli di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah.

Di hadapan ribuan warga, Gubernur Rudy Mas’ud mengingatkan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan atau seremoni keagamaan. Menurutnya, makna terbesar dari kurban justru terletak pada kemampuan manusia untuk berbagi dan hadir bagi sesama.

“Hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Ada tanggung jawab sosial yang harus dijaga bersama,” pesan Rudy Mas’ud dalam sambutannya usai Salat Iduladha.

Rudy menyinggung bahwa nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS seharusnya menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial jauh lebih penting dibanding sekadar simbol-simbol ibadah. Ia mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat solidaritas, gotong royong, dan persaudaraan di tengah keberagaman Kalimantan Timur.

Menurutnya, daerah yang besar bukan hanya dibangun oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh masyarakat yang saling menjaga dan tidak membiarkan sesamanya kesulitan sendirian.

“Semangat kurban harus melahirkan empati. Ketika ada warga yang kekurangan, ada yang sakit, ada yang membutuhkan bantuan, maka di situlah nilai Iduladha benar-benar hidup,” ujarnya.

Suasana hangat juga terlihat saat Gubernur Rudy Mas’ud menyerahkan sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto seberat 1,07 ton kepada Badan Pengelola Islamic Center Samarinda.

Di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tekanan ekonomi, pesan tentang kepedulian sosial itu terasa lebih relevan.

Iduladha di Samarinda pagi itu bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi tentang menghidupkan kembali rasa saling membantu dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa sendirian di tengah kehidupan yang semakin keras.

Salat Id dipimpin Imam Ustaz H Abdurrahman Al Hafizh, dengan khatib KH Muhammad Andi Faishol dan bilal Ustaz Achmad Rizani. Sejumlah unsur Forkopimda, tokoh agama, hingga pejabat daerah turut hadir membaur bersama masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *