Putus Rantai Kemiskinan, Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda Siapkan Kuliah Gratis bagi Siswa Prasejahtera
Samarinda, nusaetamnews.com : Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 didesain khusus sebagai inkubator pembentukan karakter dan mental tangguh bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini ditargetkan menyasar siswa dari kategori ekonomi terbawah (desil 1 dan 2).
“Pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai, melainkan tentang proses tumbuh, belajar, membangun karakter, kreativitas, serta menyiapkan masa depan anak,” ujar Andi Harun saat memberikan sambutan pada Open House SRT 24 Samarinda sekaligus pembagian rapor kenaikan kelas, Sabtu (20/6/2026).
Fasilitas Full-Support: Dari Kesehatan hingga Jaminan Kuliah
Guna memastikan para siswa fokus penuh pada pengembangan diri tanpa dibayangi beban finansial keluarga, SRT 24 mengadopsi sistem sokongan total.
Kepala SRT 24 Samarinda, Hasyim, membeberkan bahwa program strategis ini menanggung seluruh kebutuhan hidup siswa secara gratis. Layanan yang diberikan mencakup:
- Jaminan fasilitas kesehatan gratis.
- Penyediaan seluruh akomodasi dan fasilitas belajar lengkap.
- Jaminan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi.
“Fasilitas lengkap tersebut diberikan agar para siswa dapat memusatkan seluruh perhatian mereka pada pengembangan potensi diri tanpa memikirkan beban biaya ekonomi,” tegas Hasyim. Ia menambahkan, sekolah ini menjadi langkah konkret pemda untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di Kota Tepian.
Dampak Nyata: Karakter Berubah, Selamat dari Putus Sekolah
Keberhasilan pola pendidikan karakter di SRT 24, yang digerakkan oleh para tenaga pendidik muda hasil rekrutmen nasional, mulai dirasakan langsung oleh para orang tua murid.
Siti Komsatun, salah satu wali murid, mengaku bangga melihat transformasi drastis putranya. Anaknya yang dulu sangat pemalu kini berubah menjadi pribadi mandiri, taat beribadah, bahkan terampil memproduksi kuliner lokal amplang serta kerajinan tangan.
Senada dengan Siti, wali murid lainnya bernama Bunga Tan, mengapresiasi peningkatan disiplin sang anak yang kini berinisiatif membantu pekerjaan rumah tangga.
“Terima kasih kepada pemerintah karena sekolah ini menyelamatkan pendidikan anak saya yang nyaris putus sekolah akibat kendala finansial keluarga,” pungkas Bunga.(ant/one)