PPU Disiapkan Jadi Sentra Kelapa Genjah Penyangga IKN
PENAJAM — Kawasan pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai dipersiapkan menjadi sentra baru pengembangan kelapa genjah di Kalimantan Timur. Upaya tersebut ditandai dengan penanaman perdana kelapa genjah di Kelurahan Nenang, Rabu (24/6/2026), melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini melibatkan Dinas Perkebunan Kaltim, Dinas Pertanian PPU, PT Migas Mandiri Pratama (MMP), serta PT Kebun Mandiri Sejahtera dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan perkebunan rakyat.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menilai wilayah pesisir memiliki potensi besar untuk pengembangan kelapa karena karakter lahannya sangat mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.
Menurutnya, kelapa genjah dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Dibanding varietas lain, tanaman ini dapat mulai berproduksi dalam waktu tiga hingga empat tahun setelah ditanam, dengan hasil mencapai sekitar 100 hingga 120 buah per pohon setiap tahun.
“Petani tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati hasilnya. Ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Rudy.
Ia menegaskan sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi salah satu fondasi pembangunan Kalimantan Timur. Karena itu, pengembangan komoditas unggulan harus terus diperkuat agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, Rudy melihat pengembangan kelapa genjah memiliki arti strategis bagi PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia optimistis daerah tersebut dapat berkembang menjadi pusat produksi kelapa unggul yang memasok kebutuhan kawasan IKN pada masa mendatang.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengusulkan agar pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pesisir disinergikan dengan penanaman kelapa. Bahu jalan yang selama ini kurang produktif dinilai dapat dimanfaatkan menjadi area bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Apresiasi juga disampaikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menyalurkan program TJSL untuk mendukung sektor pertanian rakyat.
Menurut Rudy, kolaborasi semacam ini penting agar pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi melibatkan dunia usaha dan masyarakat.
Ia pun mengingatkan agar program penanaman kelapa genjah tidak berhenti sebatas seremoni. Pendampingan kepada kelompok tani, peningkatan kapasitas petani, hingga pembangunan rantai usaha dari hulu ke hilir harus terus dilakukan agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam kemajuan daerahnya sendiri,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah Harum, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, Bupati PPU Mudyat Noor, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah dari Pemprov Kaltim dan Pemkab PPU.