PLTU Alami Gangguan Teknis, PLN Berlakukan Pemadaman Bergilir 2–3 Jam di Kaltim
Samarinda, nusaetamnews.com : Pelanggan PLN di wilayah Kalimantan Timur tampaknya harus mulai bersiap dan mengatur jadwal harian. PT PLN (Persero) mengumumkan sedang melakukan evaluasi ketat terhadap keandalan jaringan interkoneksi kelistrikan Kaltim akibat adanya defisit daya.
Defisit ini terjadi gara-gara salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terpaksa berhenti beroperasi akibat kendala teknis.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, menjelaskan kalau kerusakan ini berdampak langsung pada turunnya pasokan setrum ke sistem jaringan terpusat.
“Kerusakan teknis ini berdampak langsung pada turunnya pasokan suplai ke sistem jaringan terpusat, namun spesifikasi trip mesin tidak dapat kami publikasikan,” ujar Adrian pada Senin (29/06/2026).
Efek Domino Sistem Grid: Berlaku dari Balikpapan Sampai Berau
Karena sistem kelistrikan di Kaltim sudah terhubung penuh dalam satu grid (interkoneksi), efek macetnya PLTU ini ikut berimbas luas. Skema manajemen beban terpaksa dieksekusi dan berdampak pada lima wilayah besar: Kabupaten Berau, Tanjung Selor, Bontang, Samarinda, hingga Balikpapan.
Berikut adalah poin-poin penting aturan pemadaman yang wajib kamu tahu:
- Durasi Pemadaman: Berkisar antara 2 hingga 3 jam per sesi.
- Frekuensi (Khusus Samarinda): Diproyeksikan mengalami pemadaman terjadwal setiap 2 hingga 3 hari sekali.
- Update Informasi: Jadwal manuver jaringan bakal diumumkan setiap hari secara berkala lewat saluran WhatsApp Unit Layanan Pelanggan (ULP) masing-masing daerah.
Meski begitu, PLN memastikan tempat-tempat vital gak bakal kegelapan. “Kami menerapkan sistem proteksi khusus dengan menetapkan fasilitas pelayanan publik esensial seperti rumah sakit sebagai prioritas feeder terakhir yang dipadamkan guna menghindari risiko fatalitas,” tegas Adrian.
Target Kelar Juli 2026, PLN Siapkan Pasokan Cadangan
Lalu, sampai kapan kondisi ini berlangsung? PLN menargetkan proses perbaikan besar (overhaul) perangkat keras serta sinkronisasi ulang mesin turbin ke dalam sistem interkoneksi bisa rampung bertahap pada Juli 2026 mendatang. Tim teknisi di lapangan juga sudah diinstruksikan untuk ngebut biar sistem bisa kembali online lebih cepat.
Guna menambal celah defisit daya selama masa perbaikan, PLN langsung melakukan injeksi daya tambahan dengan menyalakan seluruh unit siaga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Bagaimana Soal Kompensasi ke Pelanggan?
Nah, ini yang paling sering ditanyakan warga. Pihak manajemen PLN menegaskan saat ini mereka sedang menghitung rasio Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dengan merujuk pada regulasi Permen ESDM Nomor 27 Tahun 2017. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi apakah gangguan ini memenuhi parameter kelaikan kompensasi teknis (ganti rugi) bagi pelanggan yang terdampak.
Terakhir, Adrian memastikan kalau gangguan operasional ini murni masalah teknis pemeliharaan mesin di lapangan. Jadi, gak ada hubungannya sama sekali dengan isu makro kelistrikan nasional atau fluktuasi nilai tukar dolar.(ant/one)