Subscribe

Keren! Dinkes Kaltim Sukses Tekan Angka Kematian DBD Jauh di Bawah Target

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur punya rapor hijau dalam penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Kaltim sukses menekan angka kematian (case fatality rate) akibat DBD hingga ke level 0,13 persen saja.

Angka ini membuktikan bahwa penanganan DBD di Kaltim berada dalam “zona kendali” yang aman, karena jauh di bawah target maksimal rencana strategis pemerintah, yaitu 0,4 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan kalau rendahnya angka fatalitas ini merupakan buah manis dari kesigapan fasilitas kesehatan serta edukasi masif dari para tenaga medis di lapangan.

“Angka fatalitas ini sangat minim jika dibandingkan jumlah kasus yang ada. Intervensi medis dan edukasi membuat kita mampu menjaga tingkat fatalitas tetap rendah bagi masyarakat,” ujar Jaya pada Senin (29/06/2026).

Senjata Kaltim Lawan Nyamuk: Vaksin Hingga Teknologi Wolbachia

Dinkes Kaltim gak cuma mengandalkan pengobatan di rumah sakit, tapi juga memakai strategi hulu yang cukup canggih. Beberapa intervensi yang sudah berjalan di antaranya:

  • Vaksinasi DBD: Diberikan untuk memperkuat imun masyarakat dari paparan virus dengue.
  • Teknologi Nyamuk Wolbachia: Sudah diterapkan di Kota Bontang sebagai proyek percontohan untuk memandulkan penyebaran virus.
  • Gerakan Promotif: Edukasi konvensional yang gencar dilakukan langsung ke permukiman warga.

Peta Sebaran 1.530 Kasus DBD di Kaltim

Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, total kasus infeksi DBD di Benua Etam memang tergolong cukup banyak, yakni mencapai 1.530 pasien. Namun berkat kesigapan penanganan sebelum pasien masuk fase kritis, jumlah korban jiwa bisa ditekan menjadi hanya 2 kasus (masing-masing satu kasus di Mahakam Ulu dan Bontang).

Kawasan padat penduduk terpantau masih menjadi “sarang” utama penyebaran nyamuk. Berikut adalah tiga wilayah dengan distribusi kasus tertinggi:

Peringkat Wilayah / Kota Jumlah Kasus Terdata
1 Kota Balikpapan 327 kasus
2 Kota Samarinda 246 kasus
3 Kabupaten Kutai Kartanegara 241 kasus

Angka Bebas Jentik Masih Lampu Kuning, Warga Jangan Lengah!

Meski angka kematian berhasil dicegah sekecil mungkin, Jaya Mualimin mengingatkan agar semua pihak tidak langsung kendur. Pasalnya, Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kaltim saat ini masih berada di level 83,55 persen. Angka ini masih masuk kategori berisiko (lampu kuning), karena idealnya ABJ harus berada di atas 95 persen.

Oleh karena itu, warga tetap diwajibkan melakukan gerakan 3M Plus di lingkungan rumah secara mandiri dan rutin, yaitu menguras, menutup, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung genangan air.

“Kewaspadaan bersama sangat dibutuhkan sebagai pelindung utama guna memastikan ribuan keluarga terbebas dari ancaman berkelanjutan perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah,” tutup Jaya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *