Pelecehan di Medsos Makin Mengkhawatirkan, PPA Kaltim Minta Korban Amankan ‘Screenshot’
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat memperkuat benteng mitigasi terhadap fenomena perundungan siber (cyberbullying). Fokus utamanya adalah melindungi keamanan masyarakat di ruang digital, khususnya kaum perempuan yang kerap menjadi sasaran empuk.
“Kami melihat tren pelecehan di media sosial kian mengkhawatirkan, sehingga diperlukan edukasi masif mengenai etika berinternet,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim, Kholid Budhaeri, di Samarinda, Jumat (15/5/2026).
Kholid menjelaskan, cyberbullying bukan sekadar ejekan biasa atau sekadar “bercandaan” netizen. Tindakan ini merupakan perilaku sistematis yang dampaknya nyata dalam merusak mental korban. Mulai dari debat kasar di kolom komentar (flaming), penyebaran data pribadi tanpa izin (doxing), hingga ujaran kebencian berbasis SARA.
Ingat, Pelaku Bisa Diciduk UU ITE!
Kholid mengingatkan para jempol netizen untuk tidak asal ketik. Ada batasan hukum yang siap menjerat para pelaku perundungan digital di Indonesia.
Peringatan Keras UPTD PPA Kaltim:
“Ada sanksi pidana dan denda yang berat bagi siapa saja yang terbukti melakukan intimidasi atau pencemaran nama baik di jagat maya melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” tegas Kholid.
Jangan Dibalas! Lakukan 4 Langkah Ini Jika Jadi Korban
Biar situasi gak makin keruh dan menguras energi, UPTD PPA Kaltim membagikan panduan taktis bagi siapa saja yang mengalami perundungan siber di media sosial:
- Jangan Respons Pelaku: Membalas pesan atau komentar pelaku justru akan membuat mereka makin gencar memprovokasi.
- Kumpulkan Bukti: Segera ambil tangkapan layar (screenshot) komentar, foto, atau pesan DM yang bersifat melecehkan sebagai bukti otentik.
- Blokir dan Laporkan: Langsung blokir akun pelaku dan manfaatkan fitur report pada platform media sosial yang digunakan.
- Speak Up ke Orang Kepercayaan: Jangan dipendam sendiri. Ceritakan ke keluarga, teman dekat, atau guru untuk mendapatkan dukungan moral.
Siap Kasih Pendampingan Psikologis Gratis
Jika tekanan mental yang dirasakan sudah terasa berlebihan, Kholid sangat menyarankan korban untuk mencari bantuan profesional ke lembaga psikologi.
Dalam hal ini, UPTD PPA Kaltim menyatakan komitmen penuhnya untuk memberikan pendampingan gratis bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan di dunia maya.
“Membangun empati di dunia maya merupakan kunci dalam menciptakan perdamaian dan kerukunan di kehidupan nyata sehari-hari,” tutur Kholid. (ant/one)