Jadi Jantung Penyangga IKN, Pemkab Kukar Gas Pol Sektor Investasi Unggulan Lewat RIRU
Tenggarong, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat mengamankan peluang ekonomi sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui skema Regional Investor Relation Unit (RIRU), Pemkab Kukar resmi mengarahkan bidikan investasi ke sektor-sektor lintas komoditas, mulai dari industri raksasa hingga sektor pertanian dalam arti luas.
“Kami sudah melakukan penandatanganan komitmen kepala daerah dalam High Level Meeting (HLM) RIRU Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa lalu,” ujar Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Tenggarong, Kamis.
Langkah strategis ini dirancang untuk mencapai lima target utama: menyamakan satu suara kebijakan investasi bersama Bank Indonesia, membangun satu pintu informasi resmi bagi investor, menjamin kepastian hukum lahan, mempercepat proyek siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO), serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah demi membuka lapangan kerja baru.
10 Komitmen Bersama untuk Manjakan Investor
Bukan sekadar seremonial, penandatanganan berita acara tersebut menelurkan 10 komitmen konkret yang siap dieksekusi di lapangan. Fokus utamanya adalah memangkas birokrasi dan mempermudah ruang gerak para pemilik modal.
Poin Kunci 10 Komitmen Investasi Kukar:
- Kejelasan Lahan & Tata Ruang: Mempercepat penyelesaian RTRW dan RDTR serta menyediakan lahan yang berstatus clear and clean siap tawar.
- Kemudahan Izin & Hukum: Mengoptimalkan layanan perizinan terpadu dan memperkuat kepastian hukum bagi iklim usaha.
- Infrastruktur & SDM: Mendukung penuh pembangunan sarana pendukung investasi sekaligus meng-upgrade kualitas SDM lokal sejak dini.
- Kajian Potensi & Promosi: Menyusun dokumen proyek investasi yang komprehensif, memperluas promosi, serta mengawal ketat setiap minat investasi yang masuk.
Kukar Siap Ambil Peran sebagai Mitra Utama IKN
Bupati Aulia Rahman menegaskan bahwa status Kukar sebagai mitra strategis IKN merupakan daya tawar yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kesiapan internal daerah harus matang agar ekosistem investasi bisa berjalan secara berkelanjutan.
Pemkab Kukar menyatakan dukungannya secara penuh terhadap kolaborasi yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan Bank Indonesia ini.
“Pemkab Kukar sangat mendukung dan segera melakukan tindakan lebih lanjut agar makin banyak investor yang masuk,” pungkas Aulia optimis. (ant/one)